Jakarta, iNBrita.com — Jejak Kaki Manusia Purba Ditemukan di Gurun Nefud, Para ilmuwan menemukan jejak kaki manusia di Gurun Nefud, Arab Saudi. Mereka memperkirakan jejak itu berusia sekitar 115.000 tahun. Temuan ini menjadi salah satu bukti tertua keberadaan manusia di Semenanjung Arab.
Para peneliti menemukan jejak tersebut di dasar danau berlumpur yang kini telah mengering. Mereka menamai lokasi itu Alathar. Di tempat yang sama, mereka juga menemukan ratusan jejak hewan purba yang saling tumpang tindih. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah itu dahulu menjadi jalur alami bagi hewan dan manusia yang mencari air.
Jejak Homo sapiens di Tengah Jejak Hewan
Di antara jejak hewan, para peneliti menemukan tujuh jejak yang mereka identifikasi sebagai jejak manusia purba. Mereka menyimpulkan bahwa pembuat jejak itu adalah Homo sapiens yang sedang bermigrasi. Mereka tidak menemukan alat batu atau tanda perburuan di lokasi tersebut. Karena itu, mereka menilai manusia tersebut hanya melintas atau beristirahat sebentar.
Para peneliti menjelaskan bahwa lumpur di lokasi itu sangat istimewa. Lumpur tersebut dapat mengawetkan jejak sebelum tertutup sedimen selama ribuan tahun. Dalam kondisi biasa, jejak lumpur hanya bertahan beberapa hari. Namun di Alathar, jejak itu tetap terjaga hingga puluhan ribu tahun.
Penyebaran Homo sapiens di Wilayah Arab
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa Homo sapiens sudah berada di wilayah Arab dan Levant pada masa itu. Mereka tidak menemukan Neanderthal di area tersebut. Bentuk dan ukuran jejak juga mendukung kesimpulan itu.
Penemuan ini memberi gambaran baru tentang cara manusia purba bermigrasi. Mereka mengikuti perubahan iklim dan sumber air. Hal ini terjadi jauh sebelum wilayah Arab berubah menjadi gurun seperti sekarang.









