Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kanker tiroid dan gejalanya pada leher.(Dok. Mayapada Hospital)

Ilustrasi kanker tiroid dan gejalanya pada leher.(Dok. Mayapada Hospital)

Jakarta, iNBrita.com  – Dunia medis terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan keberhasilan penanganan kanker, termasuk kanker tiroid. Salah satu terobosan yang kini mendapat perhatian besar adalah pendekatan teranostik di bidang kedokteran nuklir. Pendekatan ini menggabungkan proses diagnosis dan terapi dalam satu rangkaian layanan sehingga dokter dapat mendeteksi sel kanker sekaligus menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien.

Teranostik Tingkatkan Ketepatan Penanganan Kanker Tiroid

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Yustia Tuti, SpKN, mengatakan bahwa dokter memanfaatkan pendekatan teranostik untuk memahami kondisi penyakit secara menyeluruh sebelum menentukan terapi yang paling sesuai. Melalui metode tersebut, dokter dapat menargetkan sel kanker secara lebih presisi dan tetap menjaga jaringan sehat di sekitarnya.

Dengan pendekatan ini, dokter tidak hanya berfokus pada diagnosis, tetapi juga menyusun strategi terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Karena itu, proses pengobatan dapat berlangsung lebih efektif dan terarah.

Pemeriksaan Awal dan Evaluasi Pasca Operasi

Pada penanganan kanker tiroid, dokter biasanya mengawali pemeriksaan dengan mengidentifikasi gejala klinis, seperti munculnya benjolan di leher atau gangguan fungsi kelenjar tiroid. Setelah itu, tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui karakteristik penyakit secara lebih rinci.

Ketika pasien menjalani operasi atau tindakan medis lainnya, dokter tidak langsung menghentikan proses pemantauan. Sebaliknya, dokter terus mengevaluasi kondisi pasien untuk memastikan tidak ada jaringan tiroid maupun sel kanker yang masih tertinggal. Dalam tahap ini, kedokteran nuklir membantu dokter memperoleh gambaran kondisi tubuh secara lebih akurat.

Baca Juga :  Pijat Kretek Picu Stroke Beruntun pada Wanita

Selanjutnya, dokter menggunakan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar untuk menyusun langkah pengobatan berikutnya. Dengan demikian, setiap keputusan medis dapat dilakukan berdasarkan kondisi pasien yang sebenarnya.

Radioiodin Jadi Terapi Lanjutan

Pada kasus tertentu, dokter merekomendasikan terapi radioiodin sebagai bagian dari penanganan lanjutan. Terapi ini memanfaatkan kemampuan alami sel tiroid dalam menyerap yodium.

Dengan cara tersebut, radioiodin dapat menargetkan jaringan tiroid yang masih tersisa setelah operasi sehingga dokter dapat mengurangi risiko pertumbuhan kembali sel kanker. Selain itu, terapi ini membantu meningkatkan efektivitas penanganan tanpa mengganggu jaringan sehat secara berlebihan.

PET-CT dan SPECT-CT Perkuat Diagnosis

Selain memberikan terapi, dokter juga memantau perkembangan kondisi pasien melalui berbagai pemeriksaan pencitraan medis. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan PET-CT scan dan SPECT-CT scan melalui Poli Kedokteran Nuklir.

Teknologi PET-CT scan dan SPECT-CT scan membantu dokter melihat kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Teknologi ini menghasilkan gambar yang lebih tajam, mempercepat proses pemeriksaan, serta mengurangi paparan radiasi yang diterima pasien.

Karena itu, dokter kerap memanfaatkan teknologi tersebut untuk memantau pasien yang membutuhkan pemeriksaan berulang dalam jangka panjang. Saat ini, hanya sebagian kecil rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas PET-CT scan dan SPECT-CT scan.

Baca Juga :  Kebangkitan Antony di Betis Tuai Pujian Marc Bartra

Oleh sebab itu, kehadiran layanan tersebut memberi masyarakat kesempatan memperoleh pemeriksaan berteknologi tinggi di dalam negeri tanpa harus mencari layanan serupa ke luar negeri.

Terintegrasi dengan Oncology Center

Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga mengintegrasikan layanan kedokteran nuklir dengan Oncology Center melalui pendekatan comprehensive cancer care. Dalam sistem ini, dokter dari berbagai disiplin ilmu bekerja sama menyusun strategi perawatan yang sesuai dengan kebutuhan setiap pasien.

Selain itu, Tim Tumor Board secara aktif mengevaluasi kondisi pasien dan memberikan rekomendasi penanganan terbaik. Kolaborasi tersebut membantu dokter mengambil keputusan yang lebih tepat dalam setiap tahap pengobatan.

Pendampingan Pasien Lebih Optimal

Tidak hanya mengandalkan teknologi dan tenaga medis spesialis, rumah sakit juga menugaskan Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama menjalani pemeriksaan, terapi, hingga masa pemulihan.

Dengan dukungan teknologi modern, kolaborasi tenaga medis multidisiplin, dan pendekatan teranostik, dokter dapat meningkatkan ketepatan diagnosis sekaligus efektivitas penanganan kanker tiroid. Pada akhirnya, pasien memperoleh layanan yang lebih terarah, komprehensif, dan sesuai dengan kebutuhan medisnya.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Risiko Penyakit Jantung Meningkat Akibat Duduk Terlalu Lama.
Kenali Gejala Kanker Sejak Dini Sebelum Terlambat.
FIFA Waspadai Ancaman Cuaca Ekstrem Piala Dunia 2026
Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat
Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang
Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit
Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:00 WIB

Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:00 WIB

Risiko Penyakit Jantung Meningkat Akibat Duduk Terlalu Lama.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:00 WIB

Kenali Gejala Kanker Sejak Dini Sebelum Terlambat.

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

FIFA Waspadai Ancaman Cuaca Ekstrem Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Bongkahan amber seberat 3,5 kilogram ini tercatat sebagai potongan rumanit terbesar yang pernah ditemukan. (Dok. Museum Kabupaten Buzău)

Teknologi

Batu Ganjalan Pintu Ini Ternyata Bernilai Rp20 Miliar

Senin, 22 Jun 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi rumah. (Foto: Pexels)

Ekonomi

Gaji Rp14 Juta Bisa Ajukan Rumah Subsidi

Senin, 22 Jun 2026 - 08:00 WIB

Spanyol menang telak atas Arab Saudi di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Claudia Greco)

Internasional

Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi

Senin, 22 Jun 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi kanker tiroid dan gejalanya pada leher.(Dok. Mayapada Hospital)

Kesehatan

Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi

Senin, 22 Jun 2026 - 06:00 WIB

Bupati Monadi menghadiri Kenduri Sko Belui 2026 dan mengajak masyarakat menjaga adat serta melestarikan budaya Kerinci. ( Foto Kerinci Satu)

KERINCI

Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko Tigo Luhah Belui.

Senin, 22 Jun 2026 - 05:00 WIB