ESDM Ungkap Penyebab Harga Gas Industri Melonjak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: 10 Perusahaan Gas Terbesar di Dunia, Pesta di Tengah Perang Iran/Aristya Rahadian

Foto: 10 Perusahaan Gas Terbesar di Dunia, Pesta di Tengah Perang Iran/Aristya Rahadian

Jakarta, iNBrita.com  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan lonjakan harga gas yang dikeluhkan industri bukan berasal dari skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kenaikan biaya terjadi karena pelaku industri beralih menggunakan liquefied natural gas (LNG) yang harganya mengikuti pergerakan minyak mentah dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan formula harga LNG mengacu pada harga minyak mentah global. Karena itu, kenaikan harga crude oil langsung mendorong harga LNG.

“Formula harga LNG memang terhubung dengan harga minyak mentah global. Jadi ketika harga crude naik karena dinamika pasar internasional, harga LNG juga ikut meningkat,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Meski begitu, pemerintah terus mencari cara untuk menekan harga LNG. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah meminta Kementerian ESDM dan PT PGN mengevaluasi komponen biaya agar harga gas bagi industri lebih kompetitif.

Selain itu, Kementerian ESDM juga menyiapkan revisi Keputusan Menteri tentang HGBT.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci Gandeng Perum BULOG Perkuat Pangan Daerah

“Keputusan Menteri terkait HGBT akan kami revisi sesuai arahan Pak Menteri. Saat ini kami masih membahasnya,” kata Laode.

Pemerintah Siapkan Keputusan

Sementara itu, pemerintah, DPR, dan serikat pekerja dalam Satuan Tugas Mitigasi PHK membahas pasokan gas industri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah mengoordinasikan persoalan tersebut sesuai arahan Presiden. Pemerintah pun menargetkan keputusan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan agar aktivitas industri tetap berjalan.

“Kami akan mengambil keputusan untuk memastikan sektor-sektor yang membutuhkan gas, terutama industri, dapat terus beroperasi sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengingatkan krisis pasokan gas mulai mengancam lapangan kerja. Data organisasinya menunjukkan sekitar 55.000 pekerja berpotensi terkena PHK.

Ia juga mengungkapkan PT Granito telah menghentikan operasional dan memutus hubungan kerja seluruh karyawannya.

“Karena itu, kami berharap pemerintah segera mengumumkan keputusan mengenai gas industri agar dapat menyelamatkan situasi yang sudah sangat kritis,” ujarnya.

Baca Juga :  Trump Tetapkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia

Selain persoalan gas, Andi Gani juga menyoroti penyelesaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Menurutnya, keterlambatan RKAB berpotensi memicu PHK terhadap sekitar 150.000 pekerja.

Meski demikian, ia optimistis pemerintah akan segera mengambil keputusan. Ia berharap pemerintah mengumumkan kebijakan mengenai gas industri dan RKAB paling lambat awal pekan depan.

Industri Keramik Tertekan

Industri keramik menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Realisasi Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) selama Januari-Mei 2026 hanya mencapai sekitar 47,5% dari total kebutuhan.

Akibatnya, banyak perusahaan beralih ke LNG hasil regasifikasi yang jauh lebih mahal dibandingkan HGBT. Harga LNG regasifikasi kini mencapai sekitar US$20,5 per MMBTU. Sementara itu, biaya gas yang ditanggung industri naik menjadi sekitar US$15-16 per MMBTU. Sebagai pembanding, pemerintah menetapkan harga HGBT sebesar US$7 per MMBTU. Selisih harga itu terus menekan daya saing industri keramik.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp31.000 Per Gram
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.631 Hari Ini
Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:00 WIB

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.631 Hari Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Berita Terbaru

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi proses balik nama kendaraan bekas di Samsat.(Foto : Garda Oto doc.)

Teknologi

Balik Nama Kendaraan Bekas Gratis, Ini Biaya Lengkapnya

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi iPhone 17 dan bocoran iPhone 18 yang akan diperkenalkan Apple dalam Apple Event September 2026.(Foto : KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)

Teknologi

Harga iPhone 17 Terbaru, Bocoran iPhone 18

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:00 WIB

Daihatsu Rocky Hybrid dipasarkan dengan harga sekitar Rp289,5 juta di Batam.(Foto: Luthfi Anshori/detikOto)

Teknologi

Harga Daihatsu Rocky Hybrid Batam Lebih Murah Rp10 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:00 WIB