Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/NataliaLeb

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/NataliaLeb

Jakarta, iNBrita.com  – Banyak orang tua menganggap keringat yang muncul saat si kecil menyusu hanya muncul karena cuaca panas atau kelelahan saat mengisap ASI. Padahal, dalam situasi tertentu, tanda tersebut dapat menjadi sinyal awal Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang memerlukan penanganan sedini mungkin.

Konsultan Bedah Kardiotoraks dan Vaskular Anak Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Budi Rahmat, SpBTKV, SubspJPK(K), menjelaskan bahwa aktivitas menyusu menjadi salah satu cara sederhana untuk menilai fungsi jantung. Karena itu, ayah dan ibu perlu mengamati respons si kecil selama menyusu, terutama ketika ia tampak mudah lelah, bernapas lebih cepat, atau mengeluarkan banyak keringat.

Mengapa Si Kecil Berkeringat Saat Menyusu?

Pada masa awal kehidupan, mengisap ASI menjadi aktivitas yang paling banyak menguras energi. Bayi dengan fungsi jantung normal umumnya mampu menyusu tanpa kesulitan. Sebaliknya, bayi yang mengalami kelainan bawaan, seperti kebocoran sekat serambi (ASD) atau sekat bilik (VSD), harus memompa darah lebih kuat agar oksigen tetap mengalir ke seluruh tubuh.

Baca Juga :  Wako Alfin Minta OPD Sukseskan Program Bangga Kencana

Alhasil, jantung mengeluarkan tenaga lebih besar dan menghabiskan lebih banyak energi. Kondisi itu membuat si kecil cepat lelah, bernapas tersengal, serta mengeluarkan banyak keringat meski hanya sedang minum ASI.

“Gejala yang sering ditemukan adalah anak cepat lelah. Pada usia yang masih sangat dini, baru menyusu saja sudah tampak kelelahan, napasnya ngos-ngosan, dan berkeringat banyak, padahal aktivitasnya hanya minum susu,” ujar dr. Budi.

Kenali Tanda Lainnya

Selain berkeringat saat menyusu, anak dengan Penyakit Jantung Bawaan juga sering menunjukkan tanda lain. Sayangnya, banyak keluarga menganggap keluhan tersebut sebagai gangguan kesehatan ringan sehingga mereka menunda pemeriksaan.

1. Berat Badan Sulit Naik

Anak dengan kelainan jantung sering mengalami kenaikan berat badan yang lambat meski mengonsumsi ASI atau makanan dalam jumlah cukup. Tubuh memakai lebih banyak energi untuk membantu jantung memompa darah. Akibatnya, tubuh tidak memanfaatkan nutrisi secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan.

Baca Juga :  Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kanker Otak Pria

2. Perkembangan Motorik Terhambat

Kelainan pada jantung juga mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Dampaknya, anak lebih lambat menguasai kemampuan tengkurap, merangkak, berdiri, hingga berjalan dibandingkan teman seusianya.

Jangan Abaikan Tanda Ini

Sementara itu, dr. Budi mengingatkan bahwa bibir, ujung jari, atau area sekitar mata yang berubah menjadi kebiruan merupakan tanda yang paling mudah dikenali.

Menurutnya, perubahan warna tersebut sangat kuat mengarah pada kelainan jantung bawaan karena hanya sedikit penyakit lain yang memunculkan tanda serupa. Oleh sebab itu, ayah dan ibu sebaiknya segera membawa si kecil ke dokter jika menemukan gejala tersebut agar dokter dapat memastikan penyebabnya dan segera menentukan penanganan yang tepat.

Pada akhirnya, deteksi dini memberi peluang lebih besar bagi dokter untuk menangani Penyakit Jantung Bawaan secara optimal. Semakin cepat orang tua memeriksakan anak, semakin besar peluangnya untuk tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi serius.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:00 WIB

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari

Berita Terbaru

Bupati Kerinci Monadi membuka Kejuaraan Menembak Perbakin Tingkat Provinsi Jambi di Lapangan Tembak Sementara Kabupaten Kerinci, Jumat (28/8/2026). Foto Kerinci Satu

KERINCI

Kerinci Gelar Kejuaraan Menembak Tingkat Provinsi Jambi

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Foto ilustrasi: Getty Images/Jajah-sireenut

Kesehatan

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Jumat, 28 Agu 2026 - 21:00 WIB

Toyota Innova Hycross facelift diperkirakan membawa desain eksterior baru yang lebih agresif.(Foto: Autocar India/Detik.com)

Teknologi

Toyota Innova Hycross Facelift Bawa Wajah Baru Agresif

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah melakukan tanam perdana Penerapan PM-AAS bersama BRMP Jambi.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH

Wawako Azhar Dorong Modernisasi Pertanian di Sungai Penuh

Jumat, 28 Agu 2026 - 19:00 WIB

Pembayaran pajak kendaraan tahunan kini dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Signal tanpa harus mengantre di kantor Samsat.(Foto : ANTARA FOTO/SENO)

Nasional

Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:00 WIB