Rupiah Menguat Tipis Hari Ini, BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, iNBrita.com — Rupiah memperoleh ruang penguatan di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF). Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), rupiah dibuka stagnan di Rp18.003/US$, lalu menguat tipis 0,03% ke Rp17.998/US$.

Tekanan Dolar AS dan Dukungan Investasi

Rupiah menguat seiring koreksi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,05% yang mendorong indeks dolar turun ke level 100,71. Di saat yang sama, harga minyak mentah Brent memang naik 0,77% ke US$84,88 per barel. Namun, pelaku pasar tetap menopang rupiah dengan data realisasi investasi Indonesia.

Pemerintah mencatat realisasi investasi kuartal II-2026 tumbuh 7,1% (yoy) menjadi Rp511,8 triliun. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp257,7 triliun. Secara kumulatif, realisasi investasi semester I-2026 menembus Rp1.010,6 triliun atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan PMA sebesar Rp507,6 triliun.

Risiko Eksternal Masih Membayangi

Meski rupiah menguat, pelaku pasar melihat ruang penguatan masih terbatas. Kenaikan harga minyak berpotensi berlanjut karena ketegangan di Timur Tengah belum mereda.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak stabil. Namun, ringgit Malaysia melemah 0,16%, diikuti dolar Singapura dan yuan offshore yang juga terkoreksi tipis.

Fokus Beralih ke Kebijakan Bank Indonesia

Pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian ke kebijakan moneter Bank Indonesia, khususnya Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan depan. Bloomberg Economics memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6%, melanjutkan siklus pengetatan sejak Mei.

Pelaku pasar tidak mendasari ekspektasi ini pada lonjakan inflasi. Sebaliknya, inflasi masih terkendali dalam target BI di kisaran 1,5%–3,5%. Namun, mereka merespons volatilitas rupiah yang meningkat di tengah risiko global.

Investasi Jadi Penopang Rupiah

Kinerja investasi yang tumbuh di atas 7% (yoy) menunjukkan investor tetap percaya pada prospek ekonomi Indonesia. Arus investasi langsung ini memberi bantalan bagi rupiah karena sifatnya lebih stabil dibandingkan aliran modal portofolio.

Meski demikian, pasar valuta asing tetap sensitif terhadap dinamika suku bunga global dan pergerakan dolar AS. Pelemahan indeks dolar pada pagi hari memberi ruang tambahan bagi rupiah untuk menguat.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan dengan target di kisaran Rp17.950–Rp17.900/US$. Jika rupiah menembus resistance kuat, nilainya dapat menguat lebih lanjut hingga Rp17.800/US$.

Sebaliknya, jika tekanan meningkat, rupiah dapat melemah ke level support terdekat di Rp18.000/US$. Selanjutnya, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp18.050–Rp18.100/US$.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta
IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS
IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia
Harga Emas Antam Naik, Emas Dunia Tertekan
Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%
BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:00 WIB

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB