Home / Daerah

Rabu, 21 Januari 2026 - 06:00 WIB

Bupati Monadi Manfaatkan Lahan Tidur Tanam Padi Ciherang

Bupati Kerinci memimpin langsung pemanfaatan lahan tidur untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah. (foto Kerinci Satu)

Bupati Kerinci memimpin langsung pemanfaatan lahan tidur untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah. (foto Kerinci Satu)

Kerinci, iNBrita.com  – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus menunjukkan komitmen nyata dalam menghidupkan kembali sektor pertanian. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., turun langsung ke sawah dan memimpin kegiatan tanam padi Varietas Ciherang di Desa Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Selasa (20/1/2026).

Bupati menanam padi bersama masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan Jaya Bersama. Mereka menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI) dan pola tanam Jajar Legowo secara gotong royong.

Manfaatkan Lahan Tidur yang Terbengkalai

Pemerintah daerah memanfaatkan lahan pertanian yang telah terbengkalai selama kurang lebih tiga tahun. Melalui kegiatan ini, Pemkab Kerinci mengaktifkan kembali lahan tidur agar kembali produktif dan bernilai ekonomi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan berbasis desa.

Gotong Royong Bersama Petani dan Gapoktan

Masyarakat Desa Pendung Talang Genting ikut turun ke sawah dan terlibat langsung dalam proses penanaman. Semangat gotong royong terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan.Gapoktan Jaya Bersama berperan aktif sebagai penggerak utama kegiatan pertanian di desa tersebut.

Perangkat Daerah Hadir Dukung Kegiatan

Bupati Kerinci hadir bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Radium Halis serta Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Tito Rivano. Kabid PSP Dafril dan Kabid Tanaman Pangan Heriawan turut mendampingi. Camat Danau Kerinci Majazi, Kepala Desa Pendung Talang Genting, unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat juga hadir dan mendukung penuh kegiatan ini.

Komitmen Pemerintah Dorong Swasembada Pangan

Bupati Kerinci Monadi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali pertanian.

“Di desa ini terdapat lahan yang tidak digarap selama sekitar tiga tahun. Pemerintah daerah berkomitmen mengaktifkan kembali lahan tersebut untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Monadi.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan lahan tidur akan meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani.

Terapkan Metode SRI dan Jajar Legowo

Petani menerapkan metode SRI dengan menggunakan bibit lebih sedikit dan jarak tanam teratur. Mereka juga mengelola air secara terkontrol untuk mendorong pertumbuhan akar yang kuat. Petani memadukan metode tersebut dengan pola tanam Jajar Legowo. Pola ini meningkatkan penetrasi cahaya matahari, aerasi tanah, serta mempermudah perawatan tanaman.

Desa Pendung Talang Genting Jadi Contoh

Kombinasi kedua metode tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi Varietas Ciherang. Tanaman menghasilkan lebih banyak anakan dan bobot gabah lebih berat.Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap Desa Pendung Talang Genting menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pemanfaatan lahan tidur secara produktif, menuju Kerinci yang tangguh pangan, berdaya saing, maju, dan sejahtera.

(*)

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci di Temukan 219 Transaksi Belanja Tidak Akuntabel

Daerah

Pj. Bupati Kerinci Asraf Hadir Pada Upacara Peringatan HUT TNI ke-79 Tahun 2024
Kapolres Kerinci menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan pasukan

Daerah

Kapolres Kerinci Pimpin Apel Gelar Pasukan Amankan Nataru

Daerah

PDAM Tirta Khayangan Unit Rawang Dalam Perbaikan, Distribusi Air Terhenti Sementara

Daerah

Dishub Kota Sungai Penuh Kembali Pasang Portal Jembatan Kerinduan
Walikota Alfin menyerahkan bantuan CSR Rp10 Juta untuk Masjid Baiturrahman saat Safari Ramadhan

Daerah

Safari Ramadhan Perdana, Wako Alfin Salurkan CSR 10 Juta

Daerah

Kapolres Kerinci AKBP M.Mujib Hari Pertama Menjabat Bantu Masyarakat
Ilustrasi buaya di perairan sungai yang menjadi habitat satwa liar

Daerah

Bocah 6 Tahun Diserang Buaya di Sungai Kuantan