Kemenkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Gejala Kusta Din

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kusta. (Foto: Getty Images/Rungrudee)

Ilustrasi kusta. (Foto: Getty Images/Rungrudee)

Jakarta, iNBrita.comKementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala kusta, penyakit yang sering tidak disadari. Imbauan Kemenkes ini muncul setelah publik menyoroti kasus kusta yang menimpa Warga Negara Indonesia di Rumania.

Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, menyatakan petugas masih menemukan kasus kusta di berbagai daerah di Indonesia. Dalam setahun terakhir, Kemenkes mencatat lebih dari 10 ribu pasien.

Penyakit ini sering terlambat terdeteksi karena gejalanya ringan dan jarang menimbulkan rasa sakit. “Penderita biasanya tidak merasakan nyeri pada tahap awal. Jika masyarakat memeriksakan diri dan menjalani pengobatan sejak dini, peluang sembuh jauh lebih tinggi,” ujar Aji kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga :  Pria Inggris Alami Stroke Akibat Minuman Energi Berlebihan

Aji menekankan masyarakat harus mengenali tanda awal kusta pada kulit, seperti bercak mati rasa, kulit kering atau bersisik, dan tampak mengilap. Lepuh atau luka muncul pada tangan dan kaki tanpa menimbulkan rasa sakit, disertai sensasi kesemutan atau nyeri ringan pada anggota tubuh.

Menurut Aji, tantangan utama penanganan kusta adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri. Banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan saraf atau kecacatan akibat penyakit.

Baca Juga :  Prabowo Umumkan Daftar Pahlawan Nasional Baru Besok

“Kusta tidak mudah menular dan dokter dapat menyembuhkannya sepenuhnya jika pasien menjalani pengobatan secara lengkap. Pemerintah menyediakan terapi gratis di Puskesmas,” tegasnya.

Selain pengobatan, Kemenkes menekankan masyarakat harus menghapus stigma terhadap penderita. Diskriminasi membuat pasien enggan berobat dan menghambat petugas menemukan kasus baru.

“Stigma justru memperburuk situasi. Kusta bisa disembuhkan, bukan penyakit yang harus ditakuti atau dijauhi,” ujar Aji.

Kemenkes berharap sorotan publik akibat kasus di Rumania mendorong masyarakat Indonesia lebih cepat mengenali gejala, memulai pengobatan lengkap, dan menekan angka penularan.

(eni)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh
Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026
Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal
Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?
Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh Lengkap
Manfaat Jahe Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh
Kurang Tidur Picu Gangguan Hormon dan Nafsu Makan
Waspadai Penyakit Ginjal Kronis Sejak Dini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 07:00 WIB

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 27 April 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal

Sabtu, 25 April 2026 - 15:00 WIB

Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh Lengkap

Berita Terbaru

Chelsea lolos ke final Piala FA usai menang atas Leeds United di semifinal dengan skor 1-0 (Foto: REUTERS/Toby Melville)

Internasional

Chelsea Kembali Bangkit dan Lolos ke Final Piala FA

Senin, 27 Apr 2026 - 17:00 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap riyal Arab Saudi menguat seiring meningkatnya kebutuhan jemaah haji

Ekonomi

Kurs Rupiah Riyal Menguat Jelang Musim Haji 2026

Senin, 27 Apr 2026 - 16:00 WIB

Sate kambing dan kuliner Indonesia mendunia

Kuliner

Tiga Kuliner Indonesia Masuk 100 Terbaik Dunia

Senin, 27 Apr 2026 - 15:00 WIB

Kuliner

Sambal Suhien, Bitter Chili Paste Loved for Generations

Senin, 27 Apr 2026 - 14:00 WIB

Sri Kartini Alfin sebagai penggagas Gerakan 3S untuk penanganan stunting dan kemiskinan.

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Penggagas Gerakan 3S Inspiratif

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB