Padang, iNBrita.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Awalnya, tanggap darurat berlaku mulai 25 November hingga 8 Desember 2025. Setelah menilai kondisi di lapangan, Mahyeldi memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari, hingga 22 Desember 2025, berdasarkan rapat terpadu pemerintah provinsi dan jajaran terkait pada Senin (8/12/2025).
Mahyeldi menjelaskan, pihaknya memperpanjang tanggap darurat karena tim masih mencari korban hilang dan melakukan pendataan kerusakan. “Tim kami terus bekerja menemukan korban yang belum ditemukan dan mencatat kerugian akibat bencana. Kami perpanjang tanggap darurat agar penanganan lebih maksimal dan menyeluruh,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara dari Dashboard Satu Data Bencana Sumbar per Senin (8/12/2025) pukul 18.00 WIB, bencana hidrometeorologi telah menyerang 16 kabupaten/kota. Bencana ini menewaskan 248 orang, membuat 102 orang hilang, dan melukai 129 orang. Sebanyak 25.360 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Mahyeldi menyoroti kondisi kritis di Kabupaten Agam, tempat korban terbanyak berada. Di Agam, tim mendata 162 orang meninggal dan 60 orang hilang. Warga yang sempat kembali ke rumah terpaksa mengungsi lagi karena hujan sedang memicu banjir luapan.
Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi korban, menyalurkan bantuan, dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Mahyeldi meminta doa dan dukungan masyarakat agar tim dapat segera menuntaskan pencarian korban dan proses pemulihan.
Perpanjangan status tanggap darurat memberi tim lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pencarian korban, mendata kerusakan, dan menyalurkan bantuan secara merata. Dengan langkah ini, pemerintah berharap kondisi Sumbar dapat pulih lebih cepat dan warga terdampak bisa kembali beraktivitas dengan aman. (ES*)











