Harga Minyak Melonjak, Trump Sebut Demi Keamanan Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers, 3 Januari 2026 (tangkapan layar YouTube The White House).

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers, 3 Januari 2026 (tangkapan layar YouTube The White House).

Harga Minyak Tembus US$100, Trump Sebut Kenaikan Itu “Harga Kecil”

JAKARTA, iNBrita.com  — Harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$100 per barel setelah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Presiden Amerika  Serikat, Donald Trump, menilai kenaikan harga minyak tersebut sebagai konsekuensi kecil demi menjaga keamanan dunia.

Melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyatakan harga minyak kemungkinan hanya naik sementara. Ia memperkirakan harga akan kembali turun setelah ancaman nuklir Iran berhasil diatasi.

“Harga minyak jangka pendek yang akan turun dengan cepat ketika ancaman nuklir Iran berakhir merupakan harga yang sangat kecil untuk dibayar demi keselamatan dan perdamaian Amerika Serikat serta dunia,” tulis Trump pada Minggu (8/3/2026).

Pemerintah AS Yakin Lonjakan Bersifat Sementara

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa lonjakan harga minyak saat ini hanya bersifat sementara. Menurutnya, strategi dominasi energi yang dijalankan pemerintah AS akan membantu menstabilkan pasar energi global dan mengurangi tekanan pada konsumen.

Leavitt juga menyatakan bahwa pemerintah AS segera mengambil langkah untuk menjaga kelancaran pasokan energi dunia di tengah konflik.

Salah satu langkah yang diumumkan pemerintah adalah pemberian asuransi risiko politik bagi kapal kargo dan kapal tanker minyak yang melintasi jalur strategis energi global.

Ancaman Gangguan Pasokan di Selat Hormuz

Konflik yang melibatkan Iran memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu rute energi paling penting di dunia karena sekitar 20% perdagangan minyak global melewati kawasan tersebut.

Iran bahkan mengancam akan menyerang kapal tanker minyak yang melintas di wilayah tersebut, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi.

Akibatnya, harga minyak berjangka Amerika Serikat melonjak sekitar 18% hingga mencapai sekitar US$108 per barel. Pada Minggu malam, harga minyak sempat menyentuh US$110 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022.

Analis Prediksi Harga Bisa Tembus US$150

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak dapat melonjak lebih tinggi jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Bahkan, harga minyak berpotensi menembus US$150 per barel apabila jalur tersebut tetap terganggu hingga akhir Maret 2026.

Ekonom dari Peterson Institute for International Economics, Adnan Mazarei, menilai pasar sebenarnya sudah mengantisipasi lonjakan harga minyak ini. Ia menilai penghentian produksi di beberapa negara Teluk serta potensi konflik berkepanjangan mendorong kenaikan harga.

“Pasar memahami bahwa konflik ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak juga berpotensi meningkatkan biaya berbagai produk turunan penting, termasuk bahan bakar jet dan bahan baku utama dalam produksi pupuk.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Google Perkuat Gmail Lindungi Data Pribadi dari Penipuan
Hujan Es Sebesar Bola Tenis Terjang Ibu Kota Paraguay
Hari Guru Sedunia 2026 Soroti Gaji dan Kesejahteraan Guru
Lima Tersangka Dibebaskan, Polisi Inggris Lanjutkan Penyelidikan
China Makin Diminati untuk Wisata Teknologi dan Industri
TikTok Bayar Rp1,57 Triliun, AS Perketat Perlindungan Anak
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:00 WIB

El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Google Perkuat Gmail Lindungi Data Pribadi dari Penipuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Hujan Es Sebesar Bola Tenis Terjang Ibu Kota Paraguay

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Hari Guru Sedunia 2026 Soroti Gaji dan Kesejahteraan Guru

Berita Terbaru

Prabowo Subianto bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta. ( Foto istimewa)

Internasional

Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis

Minggu, 11 Okt 2026 - 23:00 WIB

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (12/10/2026).(Foto : TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD RENALD SHIFTANTO)

Nasional

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 11 Okt 2026 - 22:00 WIB

Jemaah Haji Indonesia saat mengikuti rangkaian ibadah di Tanah Suci. (Foto: Dokumentasi/Kementerian Haji RI)

Nasional

Biaya Haji 2027 Berbeda, Ini Rincian Tiap Embarkasi

Minggu, 11 Okt 2026 - 21:00 WIB

Pertamina mempromosikan produk UMKM lokal Lombok melalui booth MyPertamina dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika.(Foto dok Pertamina)

Ekonomi

Pertamina Buka Pasar UMKM Lombok Lewat MotoGP 2026

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:00 WIB

Banjir dan longsor melanda Pesisir Selatan, Sumatera Barat. ( Foto indojati)

Nasional

Banjir Pesisir Selatan, Ribuan Warga Terdampak, Jalan Terputus

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:00 WIB