Jakarta, iNBrita.com – Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mengungkap kronologi peredaran narkotika jenis sabu dan ganja sintetis yang dilakukan aktor Ammar Zoni di Rutan Salemba, tempat ia menjalani masa tahanan.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Jakarta Pusat, Fatah Chotib Uddin, mengatakan penyidik menemukan bahwa Ammar Zoni menjual narkotika bersama lima orang lain, yaitu A, AP, AM alias KA, ACM, dan MR.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa seorang penyedia di luar lapas mengirimkan sabu dan ganja sintetis kepada Ammar Zoni. Setelah menerima barang itu, Ammar menyimpannya di dalam Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Salemba, dan mengedarkannya melalui para rekannya.
“Pelaku menerima narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis di dalam Rutan Salemba,” ujar Fatah, Kamis (9/10).
Ammar dan rekan-rekannya berkomunikasi melalui aplikasi pesan Zangi di ponsel untuk mengatur transaksi narkoba tersebut. Setelah menerima barang, Ammar menyerahkan sabu dan ganja sintetis itu kepada para tersangka lain untuk dijual kembali di dalam rutan.
Petugas Rutan yang mencurigai gerak-gerik mereka segera melakukan penggeledahan. Saat memeriksa kamar para tersangka, petugas menemukan sabu, ganja sintetis, dan sejumlah barang bukti lainnya. Setelah itu, petugas langsung memindahkan para pelaku ke sel yang berbeda.
Fatah menyebut penyidik menjerat Ammar Zoni dan lima rekannya dengan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang yang sama.
Kasus ini menambah panjang catatan hitam Ammar Zoni dalam kasus narkoba. Polisi pertama kali menangkap Ammar pada 2017 dengan barang bukti ganja dan sabu. Pada Maret 2023, petugas Polres Metro Jakarta Selatan kembali menangkapnya karena sabu dan pengadilan menjatuhkan hukuman tujuh bulan penjara. Ia bebas pada 4 Oktober 2023, namun dua bulan kemudian, tepatnya 12 Desember 2023, polisi kembali menangkapnya atas kasus serupa.
(Tim)














