Jakarta, Inbrita.com — Aparat kepolisian berhasil menangkap enam tersangka yang diduga terlibat dalam aktivitas grup media sosial berisi konten yang melanggar norma kesusilaan.
Penangkapan dilakukan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Para tersangka berinisial DK, MR, MS, MJ, MA, dan KA. Mereka diduga terlibat dalam dua grup di platform Facebook yang menyebarkan materi yang meresahkan masyarakat.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menjelaskan bahwa masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari pembuat grup, kontributor aktif, hingga penyebar konten yang tidak layak tayang.
Beberapa pelaku diketahui menggunakan akun palsu untuk menjalankan aksinya. Salah satu di antaranya juga diduga menawarkan konten secara tertutup dengan imbalan uang.
Tersangka MJ diketahui merupakan buronan dalam kasus sebelumnya yang ditangani Polresta Bengkulu, dan berhasil diamankan pada 19 Mei 2025. Keterlibatannya memperkuat bukti dalam pengungkapan kasus ini.
Penyelidikan lebih lanjut juga menemukan sejumlah korban, termasuk anak di bawah umur dan satu orang dewasa. Tindakan dua tersangka, MJ dan MS, kini sedang didalami karena mengarah pada pelanggaran serius terhadap perlindungan anak.
Motif ekonomi dan kepentingan pribadi disebut sebagai latar belakang terbentuknya grup tersebut. Salah satu tersangka menyebarkan konten demi keuntungan pribadi, sementara lainnya mengelola grup untuk kepuasan tertentu.
Dalam penggeledahan, aparat menemukan ratusan file digital yang kini dijadikan barang bukti.
Para tersangka dijerat dengan berbagai pasal dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Pornografi, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp6 miliar.(*)
Sumber: CNN Indonesia













