Jakarta, iNBrita.com — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dari proses tersebut, KNKT menemukan rekaman suara pilot di dalam kokpit selama sekitar dua jam.
KNKT mengekstrak data dari dua komponen black box, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR mencatat berbagai parameter teknis penerbangan, sedangkan CVR merekam percakapan dan suara di dalam kokpit.
Melalui akun Instagram resminya, KNKT menjelaskan bahwa FDR merekam sekitar 171 jam pengoperasian pesawat dengan lebih dari 180 parameter penerbangan. Sementara itu, CVR menyimpan rekaman suara berdurasi sekitar dua jam.
Kedua alat perekam tersebut merekam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami kecelakaan. Dalam proses pengunduhan dan analisis data, KNKT bekerja sama dengan Accredited Representative dari Bureau d’Enquêtes et d’Analyses pour la Sécurité de l’Aviation Civile (BEA) Prancis serta Technical Advisor dari Avions de Transport Régional (ATR).
Saat ini, tim investigasi KNKT terus menganalisis seluruh data yang diperoleh sesuai dengan prosedur dan ketentuan investigasi keselamatan penerbangan.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT tersebut menewaskan 7 kru dan 3 penumpang di Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1). Tim SAR mengakhiri operasi pencarian setelah berhasil mengevakuasi seluruh korban secara bertahap selama tujuh hari.
(Tim*)














