Korea Selatan Terancam Krisis Kantong Plastik

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kantong plastik ( foto pexels)

ilustrasi kantong plastik ( foto pexels)

Jakarta, iNBrita.com  – Korea Selatan menghadapi ancaman serius terhadap ketersediaan produk plastik, khususnya kantong plastik, seiring terganggunya pasokan bahan baku global. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu gangguan distribusi naphtha, bahan utama dalam industri petrokimia.

Federasi Koperasi Industri Plastik Korea mengungkapkan bahwa pelaku industri mulai merasakan dampak gangguan rantai pasok secara luas. Hambatan logistik internasional memaksa perusahaan pemasok menyesuaikan jadwal serta volume pengiriman bahan baku ke berbagai pabrik di dalam negeri.

Baca Juga :  Bus di Peru Terjun ke Jurang, 37 Tewas

Berdasarkan survei terhadap 37 perusahaan, sebanyak 71% responden menyatakan mereka telah menerima pemberitahuan terkait kemungkinan pengurangan hingga penghentian sementara pasokan resin sintetis. Kondisi ini menekan proses produksi di berbagai sektor industri.

Pelaku industri juga menghadapi lonjakan biaya produksi. Sebanyak 92% perusahaan mengaku telah menerima pemberitahuan kenaikan harga bahan baku dari pemasok, sehingga meningkatkan beban operasional mereka.

Sebagai informasi, naphtha merupakan turunan minyak bumi yang berperan penting dalam pembuatan berbagai produk plastik dan vinil. Industri memanfaatkan bahan ini untuk memproduksi berbagai kebutuhan sehari-hari seperti kantong sampah, kemasan makanan, hingga botol plastik jenis PET.

Baca Juga :  Chelsea Gagal Ke Final, Merson Kecewa Berat

Ketidakpastian di tingkat industri mendorong reaksi langsung dari masyarakat. Kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan membuat sebagian warga Korea Selatan membeli dan menimbun produk plastik, terutama kantong sampah, dalam jumlah besar.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poin Penting Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Iran Izinkan Kapal China Lewati Selat Hormuz
Pariaman Siapkan Hoyak Tabuik 2026 Bertaraf Internasional
Jaga Stamina Jemaah Jelang Puncak Armuzna
Krisis Energi Asia Akibat Perang Iran Meluas
Megawati Hangestri Pertiwi Kembali Berkarier di Liga Voli Korea
China Jatuhkan Hukuman Berat untuk Eks Menteri Pertahanan
Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:00 WIB

Poin Penting Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Iran Izinkan Kapal China Lewati Selat Hormuz

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pariaman Siapkan Hoyak Tabuik 2026 Bertaraf Internasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jaga Stamina Jemaah Jelang Puncak Armuzna

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:00 WIB

Krisis Energi Asia Akibat Perang Iran Meluas

Berita Terbaru

Maya Novefri Handayani ditunjuk sebagai Plt Direktur Perumda Tirta Sakti Kerinci.

KERINCI

Maya Novefri Resmi Pimpin Perumda Tirta Sakti Kerinci

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:00 WIB

Foto: Ilustrasi serangan jantung (Getty Images/Chinnapong)

Kesehatan

Membedakan Nyeri Dada GERD dan Serangan Jantung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:00 WIB

Namsan Seoul Tower Foto: (Muhammad Asyraf/d'Traveler)

Travel

Wisata Musim Semi Korea Selatan Favorit Turis Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:00 WIB

Foto: Presiden AS Donald Trump tiba di Beijing bersama Elon Musk dan Eric Trump, China, 13 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Internasional

Poin Penting Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:00 WIB

Tanaman tomat tumbuh subur dan menghasilkan buah segar. ( Foto fixabay)

Pendidikan

Tips Menanam Tomat Subur dan Berbuah Lebat di Rumah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:00 WIB