JAMBI, iNBrita.com – Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, terlibat adu jotos dengan beberapa siswa hingga videonya viral di media sosial. Insiden itu memicu mediasi pihak sekolah, dinas pendidikan, dan kepolisian, sekaligus berujung pada laporan polisi dari Agus.
Kronologi Keributan di Kelas
Selasa (13/1) pagi, Agus berjalan di depan kelas saat kegiatan belajar berlangsung. Ia mendengar salah satu siswa menegurnya dengan kata-kata tidak pantas. Agus masuk ke kelas dan menampar siswa itu karena merasa ditantang.
Beberapa siswa lain mengatakan Agus sempat menyebut kata “miskin” kepada salah satu murid, yang memicu kemarahan mereka.Agus menegaskan bahwa ia bermaksud memotivasi siswa, bukan mengejek mereka Guru lain segera melerai perkelahian dan membawa Agus ke ruangan terdekat.
Mediasi Gagal, Kekerasan Berlanjut
Pihak sekolah mengadakan mediasi yang menghadirkan kepala sekolah, camat, lurah, kepolisian, dan majelis guru. Dalam mediasi, Agus menawarkan pilihan kepada siswa: membuat petisi agar ia tidak mengajar lagi atau mengikuti permintaan perubahan perilaku.
Mediasi tidak membuahkan hasil. Saat Agus berjalan menuju ruang guru, sejumlah siswa menyerangnya. Agus mengalami memar di pipi, tangan, dan punggung.
Tindakan Dinas Pendidikan dan Pemerintah
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menindaklanjuti insiden itu. Kepala Bidang SMK, Harmonis, menyayangkan kejadian tersebut dan akan mengevaluasi tuntutan siswa serta permintaan guru lain yang meminta Agus tidak mengajar di sekolah. Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menekankan bahwa dinas pendidikan setempat telah bekerja sama dengan pihak terkait untuk menemukan solusi terbaik.
Laporan Polisi
Pada Kamis (15/1) malam, Agus datang ke Polda Jambi untuk melaporkan pengeroyokan yang dialaminya, ditemani kakaknya, Nasir. Polisi memeriksa Agus selama lima jam, dan ia juga melakukan visum untuk membuktikan luka-lukanya. Nasir menjelaskan mereka melaporkan kejadian itu karena viralnya video insiden yang merugikan nama baik Agus dan memengaruhi kondisi psikologisnya.
Dampak di Sekolah
Akibat insiden itu, SMK Negeri 3 sempat menghentikan kegiatan belajar sementara. Pihak sekolah berharap persoalan segera selesai agar proses belajar mengajar berjalan normal dan lingkungan sekolah tetap aman bagi guru maupun siswa.
(tim)









