Menjelajahi Rawa Bento, The Amazon of Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Gambar: Instagram Rawa Bento

Sumber Gambar: Instagram Rawa Bento

Kerinci, iNBrita.com — Di dataran tinggi Kerinci, Jambi, pesona alam yang menampilkan salah satu keindahan terbesarnya yaitu Rawa Bento.

Kabut pagi menyelimuti permukaan air, sementara Gunung Kerinci berdiri gagah di kejauhan. Suasana tenang dan udara segar membuat siapa pun betah berlama-lama di sini. Julukan “The Amazon of Kerinci” lahir karena kawasan ini memadukan keindahan liar, kesegaran udara pegunungan, dan keragaman hayati yang menakjubkan.

Dari kejauhan, airnya tampak hitam pekat, cahaya memantulkan saat  langit cerah,  dan puncak gunung terlihat  sekitarnya.

Namun, ketika perahu mulai bergerak menyusuri air, kejernihannya langsung terlihat. Ikan-ikan kecil berenang di antara tumbuhan air, sementara ular air sesekali melintas dan memecah keheningan. Pemandangan ini menciptakan kesan alami yang sulit ditemukan di tempat lain.

Wisatawan biasanya memulai perjalanan dari dermaga kecil di Desa Kersik Tuo. Penduduk lokal menyambut mereka dengan ramah, kemudian menawarkan perahu kayu untuk menjelajahi sungai yang berkelok menuju jantung rawa.

Sambil mendayung, pemandu lokal bercerita tentang legenda Rawa Bento — kisah tentang ikan semah yang membawa keberuntungan dan kabut pagi yang mereka yakini sebagai napas alam Kerinci.

Baca Juga :  Walikota Nyatakan Dukungan Target Sampah Nasional 2029

Selama perjalanan, suara dayung yang membelah air berpadu dengan kicauan burung dari kejauhan. Arus sungai yang lembut menuntun wisatawan menyusuri bentang alam yang damai. Tak hanya menyegarkan mata, pengalaman ini juga menenangkan pikiran.

Selain panorama alamnya yang menawan, Rawa Bento juga menjadi rumah bagi ratusan spesies burung. Lebih dari 400 ekor burung dari 12 jenis endemik hidup di kawasan ini. Burung kuntul putih terbang rendah di atas air, elang hitam melayang di langit, dan raja udang biru melesat di antara pepohonan rawa.

Oleh karena itu, banyak pengamat burung dan fotografer alam datang ke sini hanya untuk mengabadikan momen langka. Setiap kali burung-burung itu melintas di atas air yang memantulkan cahaya matahari, keindahannya seolah menggambarkan harmoni antara langit dan bumi.

Rawa Bento membentang seluas 1.000 hektar dan tetap mempertahankan keasliannya hingga kini. Enceng gondok tumbuh subur di tepi rawa, sementara ikan semah, seluang, pareh, dan belut hidup di dalam air yang jernih. Masyarakat sekitar menjaga keseimbangan alam dengan bijak. Mereka menolak eksploitasi berlebihan dan memilih merawat rawa ini dengan cara tradisional.

Baca Juga :  Topan Fung-wong Terjang Filipina, Satu Juta Dievakuasi

Selain itu, beberapa warga membuka homestay di Desa Kersik Tuo agar wisatawan bisa bermalam dan menikmati udara pegunungan yang sejuk. Melalui langkah kecil ini, warga ikut mengembangkan wisata tanpa merusak alam.

Lebih jauh lagi, warga setempat tidak hanya melihat Rawa Bento sebagai destinasi wisata. Mereka menjaganya sebagai sumber kehidupan, ruang spiritual, dan warisan alam yang harus dilestarikan untuk anak cucu. Kesadaran ini menjadikan Rawa Bento bukan sekadar tempat indah, tetapi juga simbol keseimbangan antara manusia dan alam.

Menjelang senja, langit berubah warna menjadi jingga keemasan. Gunung Kerinci menampilkan siluetnya di atas permukaan air, sementara kabut tipis mulai turun menyelimuti rawa. Di kejauhan, burung-burung kembali ke sarang, dan perahu-perahu perlahan merapat ke tepi.

Kemudian, ketika hening menyelimuti kawasan ini, Rawa Bento memperlihatkan pesonanya yang paling murni: damai, tenang, dan menenangkan jiwa. Alam berbicara tanpa suara, mengajak manusia untuk berhenti sejenak, mendengar, dan menghargai kembali kebesaran ciptaan Tuhan.

(ES*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisatawan Mancanegara, Pariwisata Indonesia Tetap Tangguh
Wisata Gunung Kerinci Masih Favorit Saat Libur Sekolah 2026
Ini Alasan Australia Diakui Sebagai Sebuah Benua
InJourney Airports Hadirkan Hiburan Keluarga Saat Libur Sekolah.
Jepang Siapkan Pajak Baru untuk Wisatawan Asing
Festival Budaya Indonesia yang Lestari dan Mendunia
Batik Air Buka Penerbangan Langsung Jakarta–Muara Bungo
Italia Kuasai Daftar Kedai Kopi Paling Unik Dunia
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:00 WIB

Wisata Gunung Kerinci Masih Favorit Saat Libur Sekolah 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:00 WIB

Ini Alasan Australia Diakui Sebagai Sebuah Benua

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

InJourney Airports Hadirkan Hiburan Keluarga Saat Libur Sekolah.

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:00 WIB

Jepang Siapkan Pajak Baru untuk Wisatawan Asing

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

Festival Budaya Indonesia yang Lestari dan Mendunia

Berita Terbaru

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Kesehatan

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Tetap Tinggi

Jumat, 17 Jul 2026 - 09:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB