Jambi, iNBrita.com — Nurul Anggraini Pratiwi menjadi satu-satunya perempuan dalam tim penyelamatan Bilqis, balita Makassar yang ditemukan di komunitas adat Suku Anak Dalam (SAD) di Merangin, Jambi. ASN Dinas Sosial Merangin itu menceritakan proses penyelamatan Bilqis yang sebelumnya menjadi korban penculikan.
Selama dua hari, 7–8 November 2025, tim gabungan mencari dan bernegosiasi untuk memulangkan Bilqis. Pada hari kedua, Nurul menerima telepon darurat saat berada di Bungo. Ia langsung meminta izin suami dan berangkat ke Merangin.
Berbekal pengalaman sebagai pekerja sosial, Nurul memulai negosiasi dengan Orang Rimba di Desa Mentawak. Ia sudah dikenal komunitas itu karena ayahnya pernah mengurus Suku Anak Dalam.
Tiga tumenggung—Sikar, Jon, dan Roni—ikut memediasi bersama kepolisian. Semua pihak sepakat Bilqis harus kembali ke orang tua kandungnya.
Setelah kesepakatan tercapai, Nurul dan para tumenggung menuju sudung tempat Bilqis dirawat, di Bukit Suban, Sarolangun. Mereka menempuh jalan tanah berbatu saat malam hari. Nurul menjadi satu-satunya perempuan di rombongan itu.
Setiba di sudung sekitar pukul 19.00 WIB, suasana penuh tangis karena Orang Rimba berat melepas Bilqis. Malam itu, Nurul membujuk Bilqis yang memeluk erat orang tua angkatnya sebelum proses penyerahan berlangsung.
(VVR*)









