Home / Nasional

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:00 WIB

Pemerintah Tunggu Isbat Penentuan Ramadhan 2026

Pelaksanaan salat di Masjid Istiqlal. (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)

Pelaksanaan salat di Masjid Istiqlal. (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)

Jakarta , iNBrita.com – Kementerian Agama (Kemenag) mengantisipasi kemungkinan terjadinya perbedaan penetapan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah di Indonesia. Meski kalender Hijriah sudah mencantumkan perkiraan tanggal, pemerintah menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa kalender Hijriah pemerintah dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam memperkirakan awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026. Namun, pemerintah belum menetapkan tanggal tersebut sebagai keputusan final.

Pemerintah Tetap Menunggu Sidang Isbat

Thobib menegaskan pemerintah tidak menentukan awal Ramadan hanya berdasarkan perhitungan kalender. Kemenag tetap menjalankan mekanisme sidang isbat sebagai dasar penetapan resmi.

Baca juga :   ST : Tolong Jaga Perasaan Anak Saya, Pemberitaan Itu Salah

“Pemerintah akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. Dari forum itu, kami akan menetapkan keputusan resmi,” ujar Thobib kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, sidang isbat melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, hingga instansi terkait. Pemerintah menggunakan hasil rukyat dan hisab sebagai bahan pertimbangan utama.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan Lebih Dini

Di sisi lain, Thobib mengungkapkan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 H melalui maklumat resmi. Organisasi tersebut menggunakan metode hisab sebagai pedoman penentuan awal bulan Hijriah.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya perbedaan waktu memulai ibadah puasa di tengah masyarakat. Meski demikian, Thobib menilai perbedaan tersebut merupakan dinamika yang sudah lama terjadi di Indonesia.

Baca juga :   Prabowo Hadiri KTT Gaza Bahas Perdamaian Dunia

Kemenag Imbau Jaga Persatuan dan Kerukunan

Thobib menegaskan Kemenag tetap mengimbau masyarakat untuk menjadikan keputusan pemerintah sebagai rujukan bersama. Namun, Kemenag juga menghormati masyarakat yang memilih mengikuti ketetapan ormas masing-masing.

“Perbedaan tidak perlu memicu perpecahan. Yang paling penting, masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,” katanya.

Ia berharap umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan sikap saling menghormati, menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan bangsa. Pemerintah, lanjut Thobib, berkomitmen memastikan proses penetapan awal Ramadan berlangsung transparan dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

(vvr)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Erupsi Gunung Semeru dengan kolom abu tebal membumbung setinggi sekitar 1 kilometer.

Nasional

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Status Tetap Awas
batangan emas antam di atas uang rupiah

Nasional

Emas Antam Merosot, Pasar Kembali Bergejolak Hari Ini
Emak-emak diamankan warga setelah mencuri perhiasan dan membakar toko emas di Makassar

Nasional

Pencurian Perhiasan Rp 2 Miliar, Emak-emak Tertangkap
Mobil listrik Chery J6 menerobos banjir di Jakarta

Nasional

Chery J6 Viral Terobos Banjir di Jakarta

Nasional

Bupati Kerinci Monadi Ikuti Retret Hari Kedua Bahas Ketahanan Nasional “Ini Aspek Fundamental”
Pencarian Tim SAR gabungan terhadap pendaki hilang di Gunung Slamet, Pemalang

Nasional

Pendaki Remaja Hilang di Slamet Ditemukan Meninggal
Uang Rp50.000 polos tanpa cetakan ditemukan di mesin ATM BNI.

Nasional

Viral Uang Rp50 Ribu Polos Keluar ATM
Hujan lebat mengguyur wilayah perkotaan saat musim hujan Februari

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Terjadi Februari