Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah segera mengumumkan nama-nama petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam pekan ini. Saat ini, publik baru mengetahui satu nama, yaitu Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama DSI.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa timnya hampir menyelesaikan proses seleksi pimpinan lainnya. Ia optimistis Danantara segera memperkenalkan beberapa nama baru dalam jajaran manajemen DSI.
Dony menegaskan bahwa tim menjalankan proses seleksi secara ketat dan transparan. Tim menilai setiap kandidat secara objektif agar perusahaan dipimpin oleh sosok yang kompeten dan berintegritas. Selain itu, Danantara juga menggandeng sejumlah kementerian strategis untuk memperkuat struktur organisasi DSI.
DSI akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam operasionalnya. Kolaborasi ini bertujuan memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan efektif dan memberi manfaat maksimal bagi negara.
Dony menjelaskan bahwa tim tidak hanya fokus pada sumber daya manusia. Mereka juga mengembangkan sistem teknologi untuk mendukung operasional perusahaan. Ia menilai teknologi yang tepat mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Ia menekankan bahwa DSI memegang amanah besar dari masyarakat Indonesia. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja profesional dan bertanggung jawab dalam mengelola kekayaan alam nasional.
Pemerintah juga akan menerapkan sistem ekspor satu pintu melalui PT DSI. Kebijakan ini mencakup komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Pemerintah mulai menerapkan kebijakan ini pada 1 Juni 2026 sebagai masa transisi.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin meningkatkan nilai tambah, memperkuat pengawasan, dan mengoptimalkan kontribusi sektor sumber daya alam terhadap perekonomian nasional.
(VVR*)









