Rotasi Bumi Cepat Ini Hari Terpendek di 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rotasi Bumi mengalami percepatan pada Selasa (5/8/2025), menjadikan hari ini sebagai yang terpendek ( Foto Pexels)

Rotasi Bumi mengalami percepatan pada Selasa (5/8/2025), menjadikan hari ini sebagai yang terpendek ( Foto Pexels)

Jambi, iNBrita.com – Rotasi Bumi mengalami percepatan pada Selasa (5/8/2025), menjadikan hari ini sebagai yang terpendek sepanjang tahun.

Dilansir dari Space, Para ilmuwan mencatat durasi rotasi Bumi lebih cepat sekitar 1,25 milidetik dibandingkan rata-rata hari biasa yang berlangsung 86.400 detik atau 24 jam.

Ahli rotasi Bumi dari Universitas Negeri Moskow, Leonid Zotov, menilai percepatan ini belum sepenuhnya dipahami.

“Model laut dan atmosfer tidak dapat menjelaskan percepatan besar ini,” kata Zotov dikutip dari New York Post

Rotasi teknis Bumi berlangsung 23 jam 56 menit 4,1 detik. Namun karena Bumi mengorbit Matahari, kita mengenal hari Matahari selama 24 jam. Pada Juli–Agustus 2025, ilmuwan mendeteksi tiga hari lebih pendek: 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus.

Baca Juga :  Polda Jatim Ungkap 66 Kasus BBM Subsidi Ilegal

Posisi Bulan terhadap garis khatulistiwa memengaruhi gaya pasang surut. Saat Bulan menjauh dari khatulistiwa, rotasi Bumi dapat meningkat. Fenomena ini mirip dengan seluncur es: menarik lengan ke dalam membuat putaran lebih cepat.

Ilmuwan menduga perubahan pada inti cair Bumi turut mempercepat rotasi. Aktivitas manusia juga berperan, seperti perpindahan air tanah dan mencairnya es akibat perubahan iklim. Peristiwa besar, seperti gempa Jepang 2011, bahkan mempersingkat hari hingga 1,8 mikrodetik.

Baca Juga :  SAH Fokus Perjuangkan Pemerataan Imunisasi di Indonesia

Perubahan ini tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari karena jam tetap menunjukkan 24 jam. Namun jika selisih waktu melebihi 0,9 detik, lembaga IERS akan menambahkan “detik kabisat” untuk menjaga sinkronisasi waktu

Sekitar 1–2 miliar tahun lalu, satu hari hanya berlangsung 19 jam karena Bulan lebih dekat ke Bumi. Seiring Bulan menjauh, hari-hari menjadi lebih panjang. Fenomena percepatan ini adalah bagian dari dinamika alam semesta yang kompleks. (***)

 

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluang Usaha Sosis Bakar Depan Rumah
Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April
Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026
Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta
Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia
Waspada Penipuan Undian Dompet Digital Berkedok Hadiah
Fenomena Benda Langit Depok Ramai Dibahas Warganet
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Kerinci dan Sungai Penuh
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

Peluang Usaha Sosis Bakar Depan Rumah

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April

Kamis, 23 April 2026 - 22:00 WIB

Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 00:05 WIB

Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta

Selasa, 30 Desember 2025 - 07:00 WIB

Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia

Berita Terbaru

Rumah di lahan bekas sawah dengan tanah lembek yang memerlukan pondasi kuat. ( Foto Pexsels)

Pendidikan

Tips Aman Bangun Rumah di Lahan Sawah

Senin, 1 Jun 2026 - 23:00 WIB

Bupati Monadi mengapresiasi rampungnya tender RSUD Kerinci Rp137,5 miliar untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. ( Foto Kominfo)

KERINCI

Monadi Apresiasi Tender RSUD Kerinci Rp137,5 M Rampung

Senin, 1 Jun 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi Lupus Nefritis(Shutterstock/Mamat Suryadi)

Kesehatan

Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan

Senin, 1 Jun 2026 - 21:00 WIB

Penampakan Honda Super One EV saat menjalani uji jalan di Indonesia sebelum peluncuran resmi.(Foto: Septian Farhan/detikcom)

Teknologi

Honda Super One EV Sudah Bisa Dipesan

Senin, 1 Jun 2026 - 20:00 WIB

Proses pengiriman barang dari pemasok ke perusahaan dalam sistem supply chain.( Foto : Pengadaian.co.id)

Pendidikan

Mengenal Pemasok Supplier Peran Penting dalam Bisnis

Senin, 1 Jun 2026 - 19:00 WIB