Rupiah Melemah ke Rp17.000, Pasar Uji Ketahanan Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan rupiah di pasar spot sempat melemah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS sebelum ditutup menguat tipis pada perdagangan 1 April 2026.

Pergerakan rupiah di pasar spot sempat melemah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS sebelum ditutup menguat tipis pada perdagangan 1 April 2026.

Jakarta, iNBrita.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak volatil hari ini setelah sempat menguat pada pembukaan pagi.

Pada penutupan perdagangan sore (1/4/2026), rupiah berada di level Rp16.973/US$. Meskipun akhirnya menguat 0,13%, pergerakan rupiah di pasar spot sepanjang hari tergolong menipu karena mata uang lain di kawasan justru menguat lebih solid.

Sempat Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Pada siang hari, rupiah sempat menembus level psikologisnya. Pukul 10.51 WIB, kurs mencapai Rp17.025/US$, yang menjadi level terlemah sepanjang sejarah. Nilai ini melampaui posisi saat krisis 1998 di Rp14.950/US$ serta periode pandemi Covid-19 di Rp16.310/US$.

Di saat yang sama, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama melemah ke 99,52. Pelemahan ini mendorong mata uang di kawasan Asia menguat, tetapi rupiah tidak mampu mengikuti penguatan tersebut secara signifikan.

Tekanan Global dan Kerentanan Domestik

Kondisi ini mencerminkan tekanan global yang masih tinggi, terutama akibat ketegangan geopolitik. Selain itu, pergerakan rupiah yang lebih terbatas dibandingkan mata uang lain menunjukkan adanya faktor domestik yang membuat Indonesia terlihat lebih rentan.

Baca Juga :  PAN Tetapkan 11 Ketua DPD se-Jambi 2025

Harga Minyak Jadi Beban Fiskal

Salah satu faktor utama berasal dari tekanan fiskal. Harga minyak dunia yang tetap tinggi—jauh di atas asumsi APBN—mendorong kenaikan impor energi. Sebagai negara net importir minyak, Indonesia harus menanggung beban impor yang lebih besar.

Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan atau setidaknya mengurangi surplus yang selama ini menopang rupiah.

Risiko Inflasi Kembali Meningkat

Bloomberg Economics menilai bahwa perlambatan inflasi Indonesia pada Maret hanya bersifat sementara. Jika gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah berlanjut, harga energi akan kembali meningkat.

Dengan harga minyak mentah bertahan di atas US$80 per barel, tekanan terhadap harga konsumen akan semakin besar. Bahkan, inflasi utama diperkirakan akan menembus batas atas target Bank Indonesia pada April, kecuali terjadi penurunan tajam harga minyak.

Pemerintah dapat meredam dampak melalui subsidi atau pengendalian harga, tetapi langkah tersebut tidak akan sepenuhnya menghilangkan tekanan.

Penurunan Inflasi Belum Fundamental

Data terbaru menunjukkan inflasi Maret mencapai 3,48%, turun dari 4,76% pada Februari. Namun, penurunan ini terutama dipengaruhi efek basis, khususnya karena diskon tarif listrik 50% pada tahun lalu.

Baca Juga :  Gadis Tercantik di Dunia Kini Bertunangan, Ini Sosok Kekasihnya

Artinya, penurunan inflasi tidak mencerminkan perbaikan fundamental.

Permintaan Domestik Melemah

Di sisi lain, inflasi inti tercatat 2,52% dan masih berada dalam target. Angka ini justru menunjukkan bahwa permintaan domestik melemah.

Sinyal ini sejalan dengan perlambatan konsumsi dan kredit yang sebelumnya dilaporkan Bank Indonesia.

Level Rp17.000 Jadi Ujian Baru

Level Rp17.000/US$ kini bukan sekadar batas psikologis. Angka ini menjadi indikator bahwa pasar sedang menguji ketahanan rupiah yang selama ini relatif stabil.

Intervensi BI dan Tantangan Kebijakan

Bank Indonesia kemungkinan akan terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi. Namun, ruang kebijakan moneter tetap terbatas.

Tanpa perbaikan fundamental, intervensi hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Pentingnya Menjaga Kredibilitas Fiskal

Pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal, terutama dalam mengelola dampak kenaikan harga energi. Pasar akan terus mencermati kondisi fiskal, terlebih ketika harga minyak mentah masih bertahan di atas US$100 per barel tanpa adanya penyesuaian kebijakan harga energi domestik.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank
Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026
Daftar Harga BBM Resmi 1 Juni 2026 Terbaru
Danantara Siapkan Pengumuman Petinggi Baru DSI Pekan Ini
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Hibah Cepat Resmi
Syarat Perpanjangan SIM Habis Masa Berlaku 2026
Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Wafat di RSPAD
Libur Nasional Juni 2026 Simak Daftar Tanggal Merah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:00 WIB

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank

Senin, 1 Juni 2026 - 15:00 WIB

Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 12:00 WIB

Daftar Harga BBM Resmi 1 Juni 2026 Terbaru

Senin, 1 Juni 2026 - 09:00 WIB

Danantara Siapkan Pengumuman Petinggi Baru DSI Pekan Ini

Senin, 1 Juni 2026 - 02:00 WIB

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Hibah Cepat Resmi

Berita Terbaru

Rumor iPhone Ultra, iPhone lipat pertama.(iphonesoft)

Teknologi

iPhone Ultra Lipat Punya Fitur Super Mewah

Senin, 1 Jun 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi Emas. (Pexels.com/Michael Steinberg)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tak Bergerak, Peluang Investasi Menguat

Senin, 1 Jun 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi phishing. ( Foto Pexels)

Nasional

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank

Senin, 1 Jun 2026 - 16:00 WIB

   Seorang teknisi listrik memeriksa dan melakukan pengecekan pada meteran listrik untuk memastikan instalasi berjalan dengan aman.                                           
(Foto : Dok. PT PLN)

Nasional

Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB

Foto: United airlines (Travelpulse)

Internasional

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan

Senin, 1 Jun 2026 - 14:00 WIB