Home / Khasanah

Jumat, 30 Januari 2026 - 05:00 WIB

Sedekah Jariyah Amal Kebaikan yang Terus Mengalir

Ilustrasi sedekah jariyah sebagai amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir meski telah meninggal dunia.

Ilustrasi sedekah jariyah sebagai amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir meski telah meninggal dunia.

Jakarta, iNBrita.com — Pada dasarnya, dunia menjadi tempat bagi manusia untuk mengumpulkan amal kebaikan. Salah satu amal yang dapat dilakukan adalah sedekah. Dalam Islam, umat Muslim mengenal berbagai jenis sedekah. Di antaranya, Islam mengajarkan sedekah jariyah sebagai sedekah yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah orang yang melakukannya meninggal dunia.

Manshur Abdul Hakim dalam Buku Saku Terapi Bersedekah menjelaskan bahwa sedekah jariyah termasuk sedekah yang paling utama. Oleh karena itu, seseorang tetap memperoleh pahala meskipun telah wafat.

Rasulullah SAW menegaskan hal tersebut melalui sabdanya:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

Artinya: “Ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.”
(HR Muslim)

Bentuk-Bentuk Sedekah Jariyah

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, umat Islam dapat mengamalkan beberapa bentuk sedekah jariyah. Pertama, memberi minum dan menggali sumur.

1. Memberi Minum dan Menggali Sumur
Rasulullah SAW menegaskan bahwa memberi minum merupakan sedekah terbaik. Dengan demikian, seseorang yang menyediakan air minum atau menggali sumur akan terus memperoleh pahala selama air tersebut dimanfaatkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah terbaik adalah memberi minum.”
(HR Bukhari dan Muslim)

2. Memberi Makan
Selain memberi minum, Islam juga menganjurkan umatnya untuk memberi makan kepada orang lain. Ketika para sahabat bertanya tentang Islam yang baik, Rasulullah SAW menjawab:

Baca juga :   Masjid Quba, Masjid Pertama Dibangun Nabi Muhammad SAW

“Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan tidak kau kenal.”
(HR Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)

3. Membangun Masjid
Selanjutnya, seseorang dapat melaksanakan sedekah jariyah dengan membangun masjid. Apabila ia melakukannya dengan niat mengharap ridha Allah, maka Allah akan membalasnya dengan rumah di surga. Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang membangun masjid demi mengharap ridha Allah, maka Allah akan membuatkan rumah di surga untuknya.”
(HR Bukhari dan Muslim)

4. Mendukung Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Selain itu, seseorang juga dapat menunaikan sedekah jariyah dengan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Misalnya, dengan membiayai pendidikan, menerbitkan buku dan Al-Qur’an, atau membangun asrama bagi anak yatim. Rasulullah SAW bersabda:

“Amal saleh dan kebaikan seorang mukmin yang tetap lestari setelah kematiannya adalah: ilmu yang diamalkan dan disebarkan, anak saleh yang ditinggalkan, buku yang diwariskan, masjid yang dibangun, rumah yang didirikan untuk ibnu sabil, saluran air yang dialirkan, atau sedekah yang ia keluarkan sewaktu masih sehat dan hidup. Amal itu akan tetap mengalir setelah ia meninggal.”
(HR Ibnu Majah)

Keutamaan dan Manfaat Sedekah

Sedekah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan banyak keutamaan bagi pelakunya.

Baca juga :   Kurang Berapa Hari Lagi Puasa 2026?

1. Meredakan Murka Allah
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat meredakan murka Allah SWT. Beliau bersabda:

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِيءُ غَضَبَ الرَّبِّ

Artinya: “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah Ta’ala.”
(Shahih at-Targhib)

2. Menghapus Kesalahan
Selanjutnya, Rasulullah SAW menerangkan bahwa sedekah mampu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Beliau bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Artinya: “Sedekah menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.”
(Shahih at-Targhib)

3. Terhindar dari Api Neraka
Rasulullah SAW juga mengajak umatnya untuk melindungi diri dari api neraka, meskipun dengan sedekah yang sangat kecil. Beliau bersabda:

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Artinya: “Peliharalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.”
(HR Bukhari dan Muslim)

4. Berada dalam Naungan Sedekah pada Hari Kiamat
Selain itu, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sedekah akan menjadi naungan bagi pelakunya pada hari kiamat. Beliau bersabda:

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ

Artinya: “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.”

5. Menjadi Obat Berbagai Penyakit
Terakhir, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menjadikan sedekah sebagai sarana ikhtiar penyembuhan. Beliau bersabda:

دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

Artinya: “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(Shahih at-Targhib)

(Tim*)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Khasanah

PT Pos Indonesia Perkuat Pelayanan Publik dengan Transformasi Digital

Daerah

Kadis Lingkungan Hidup Kerinci Askar Jaya Tegaskan : Hanya Pekerja Yang Dibayar
Rasulullah SAW membimbing seorang lelaki Anshar untuk bekerja dan keluar dari kemiskinan melalui usaha menjual kayu.

Khasanah

Rasulullah Membimbing Pengemis Bangkit Lewat Kerja dan Usaha

Covid-19

Pemkab Kerinci Anggarkan Dana Rawatan Bagi Masyarakat Miskin Yang belum Memiliki Kartu BPJS.
Seorang muslim membaca Al-Qur’an dengan khusyuk saat fajar menyingsing.

Khasanah

Keutamaan dan Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi
Kutipan motivasi tentang menahan hak orang lain.

Khasanah

Tertahannya Hak Orang Lain, Rezeki Ikut Tertahan
Hujan turun sebagai rahmat Allah SWT dan waktu mustajab berdoa menurut Islam

Khasanah

Hujan dalam Islam Rahmat Allah dan Waktu Mustajab
Logo Majelis Ulama Indonesia terpasang di dinding ruangan

Khasanah

MUI Imbau Muhasabah Sambut Tahun Baru Tanpa Euforia