Jakarta, iNBrita.com – Menjaga kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang rutin, tetapi juga pada kecukupan tidur setiap hari. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi, menyeimbangkan hormon, serta mempertahankan fungsi organ-organ penting, termasuk jantung. Spesialis bedah toraks dan kardiovaskular BraveHeart – Brawijaya Hospital Saharjo, Dr. dr. Amin Tjubandi, SpBTKV, SubspJD(K), menjelaskan bahwa waktu tidur ideal berada pada kisaran enam hingga delapan jam per hari. Ia menegaskan bahwa kualitas tidur menjadi faktor utama yang menentukan proses pemulihan tubuh.
Dr Amin menyebut bahwa tidur yang berkualitas dapat menurunkan tingkat stres karena tubuh memperoleh waktu yang cukup untuk beristirahat. Saat stres menurun, sistem tubuh dapat bekerja lebih optimal dan tidak mudah mengalami gangguan. Sebaliknya, kurang tidur justru menambah beban bagi organ tubuh, termasuk jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan tambahan yang, jika dibiarkan, berpotensi memicu gangguan kesehatan jangka panjang seperti hipertensi, gangguan irama jantung, atau penyakit jantung koroner.
Selain pentingnya tidur yang baik, dr Amin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala awal penyakit jantung. Ia menyebut nyeri dada sebagai salah satu tanda yang paling sering muncul. Keluhan ini biasanya timbul saat seseorang melakukan aktivitas fisik, kemudian mereda ketika ia beristirahat. Sensasi nyeri dapat berupa rasa tertekan, berat, panas, atau tidak nyaman pada area dada kiri. Pola keluhan yang muncul ketika beraktivitas dan membaik saat istirahat perlu mendapat perhatian khusus.
Ia menegaskan bahwa siapa pun sebaiknya segera waspada ketika mengalami pola nyeri tersebut. Deteksi dini memegang peranan penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Dengan menerapkan pola tidur yang baik dan memahami gejala awal penyakit jantung, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
(VVR*)














