Jakarta, iNBrita.com – Belakangan ini, media sosial ramai oleh konten jalan kaki yang dikemas santai namun tetap menarik. Berbagai komunitas mengajak anggotanya berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil dan menjelajah tempat-tempat hidden gems yang sulit dijangkau kendaraan bermotor.
Alternatif Olahraga yang Lebih Santai
Komunitas jalan kaki kini bermunculan di banyak kota. Banyak orang memilih aktivitas ini sebagai alternatif olahraga, terutama bagi mereka yang ingin tetap bergerak tetapi belum siap untuk lari atau mengikuti tren olahraga seperti padel.
Lari Kian Terasa Kompetitif
Di sisi lain, sebagian orang menilai olahraga lari kini terasa semakin eksklusif. Lari tidak lagi hanya soal kesehatan. Target pace, podium, personal best (PB), hingga adu unggahan di media sosial membuat dunia lari terasa makin kompetitif.
Jalan Kaki Jadi Pilihan Mahesa
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Mahesa (28), seorang penggemar jalan kaki asal Malang. Ia mulai rutin mengikuti kegiatan komunitas jalan kaki bernama uklamtahes sejak 2023.
“Sekarang banyak komunitas lari dan sepeda. Menurutku itu cukup kompetitif. Dengan komunitas jalan kaki, kita bisa olahraga dengan lebih santai,” ujar Mahesa saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan jalan kaki terasa lebih ringan karena tidak menuntut tenaga besar. “Kalau jalan kaki, kita masuk gang-gang. Nggak butuh effort besar. Kalau lari, effort-nya jauh lebih berat,” tambahnya.
Rutin Blusukan dan Biasakan Jalan Kaki
Mahesa menyebut komunitasnya rutin mengadakan agenda “jalan kaki blusukan” sebanyak dua hingga tiga kali dalam sebulan. Di luar agenda komunitas, ia juga mulai membiasakan diri berjalan kaki untuk aktivitas harian.
“Misalnya mau ngopi jaraknya sekitar satu kilometer, sekarang aku pilih jalan kaki,” katanya.
Menurut Mahesa, jalan kaki bersama komunitas terasa lebih menyenangkan. Ia bisa bertemu orang baru sekaligus menjelajah tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah ia datangi.
Dampak Positif bagi Berat Badan dan Tidur
Meski tergolong olahraga ringan, jalan kaki memberikan banyak manfaat. Salah satunya membantu mengontrol berat badan.
“Di 2023 berat badanku 87 kilogram. Awal tahun ini turun jadi 80 kilogram. Turun sekitar tujuh kilo,” jelasnya.
Ia juga merasakan perubahan pada kualitas tidurnya. “Dulu sering begadang. Setelah rutin jalan kaki, tidur jadi lebih cepat dan lebih nyenyak,” ujarnya.
Jalan Kaki untuk Refresh Setelah Kerja
Hal serupa dirasakan Aurel (24), penggemar jalan kaki asal Malang. Ia menjadikan jalan kaki sebagai cara untuk menyegarkan diri setelah pulang kerja.
“Kalau aku pribadi, jalan kaki itu buat nge-refresh. Nafsu makan juga jadi lebih bagus,” kata Aurel.
Aurel mengaku mulai aktif di komunitas jalan kaki dalam beberapa bulan terakhir. Ia merasa tidak terbebani saat berolahraga bersama.
“Kalau jalan rame-rame, jarak jauh jadi nggak kerasa. Misalnya jalan 10 kilometer, tetap enjoy dan happy. Kalau sendiri kan cepat bosan,” tutupnya.
(Ven*)














