Tren Komunitas Jalan Kaki, Olahraga Santai Makin Diminati

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sekelompok orang berjalan kaki bersama menyusuri gang-gang kota sebagai alternatif olahraga santai.

Ilustrasi sekelompok orang berjalan kaki bersama menyusuri gang-gang kota sebagai alternatif olahraga santai.

Jakarta, iNBrita.com – Belakangan ini, media sosial ramai oleh konten jalan kaki yang dikemas santai namun tetap menarik. Berbagai komunitas mengajak anggotanya berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil dan menjelajah tempat-tempat hidden gems yang sulit dijangkau kendaraan bermotor.

Alternatif Olahraga yang Lebih Santai

Komunitas jalan kaki kini bermunculan di banyak kota. Banyak orang memilih aktivitas ini sebagai alternatif olahraga, terutama bagi mereka yang ingin tetap bergerak tetapi belum siap untuk lari atau mengikuti tren olahraga seperti padel.

Lari Kian Terasa Kompetitif

Di sisi lain, sebagian orang menilai olahraga lari kini terasa semakin eksklusif. Lari tidak lagi hanya soal kesehatan. Target pace, podium, personal best (PB), hingga adu unggahan di media sosial membuat dunia lari terasa makin kompetitif.

Jalan Kaki Jadi Pilihan Mahesa

Kondisi ini dirasakan langsung oleh Mahesa (28), seorang penggemar jalan kaki asal Malang. Ia mulai rutin mengikuti kegiatan komunitas jalan kaki bernama uklamtahes sejak 2023.

Baca Juga :  Warga Padati GBK Awal 2026 Jalani Hidup Sehat

“Sekarang banyak komunitas lari dan sepeda. Menurutku itu cukup kompetitif. Dengan komunitas jalan kaki, kita bisa olahraga dengan lebih santai,” ujar Mahesa saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan jalan kaki terasa lebih ringan karena tidak menuntut tenaga besar. “Kalau jalan kaki, kita masuk gang-gang. Nggak butuh effort besar. Kalau lari, effort-nya jauh lebih berat,” tambahnya.

Rutin Blusukan dan Biasakan Jalan Kaki

Mahesa menyebut komunitasnya rutin mengadakan agenda “jalan kaki blusukan” sebanyak dua hingga tiga kali dalam sebulan. Di luar agenda komunitas, ia juga mulai membiasakan diri berjalan kaki untuk aktivitas harian.

“Misalnya mau ngopi jaraknya sekitar satu kilometer, sekarang aku pilih jalan kaki,” katanya.

Menurut Mahesa, jalan kaki bersama komunitas terasa lebih menyenangkan. Ia bisa bertemu orang baru sekaligus menjelajah tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah ia datangi.

Dampak Positif bagi Berat Badan dan Tidur

Meski tergolong olahraga ringan, jalan kaki memberikan banyak manfaat. Salah satunya membantu mengontrol berat badan.

Baca Juga :  Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang

“Di 2023 berat badanku 87 kilogram. Awal tahun ini turun jadi 80 kilogram. Turun sekitar tujuh kilo,” jelasnya.

Ia juga merasakan perubahan pada kualitas tidurnya. “Dulu sering begadang. Setelah rutin jalan kaki, tidur jadi lebih cepat dan lebih nyenyak,” ujarnya.

Jalan Kaki untuk Refresh Setelah Kerja

Hal serupa dirasakan Aurel (24), penggemar jalan kaki asal Malang. Ia menjadikan jalan kaki sebagai cara untuk menyegarkan diri setelah pulang kerja.

“Kalau aku pribadi, jalan kaki itu buat nge-refresh. Nafsu makan juga jadi lebih bagus,” kata Aurel.

Aurel mengaku mulai aktif di komunitas jalan kaki dalam beberapa bulan terakhir. Ia merasa tidak terbebani saat berolahraga bersama.

“Kalau jalan rame-rame, jarak jauh jadi nggak kerasa. Misalnya jalan 10 kilometer, tetap enjoy dan happy. Kalau sendiri kan cepat bosan,” tutupnya.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi proses balik nama kendaraan bekas di Samsat.(Foto : Garda Oto doc.)

Teknologi

Balik Nama Kendaraan Bekas Gratis, Ini Biaya Lengkapnya

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi iPhone 17 dan bocoran iPhone 18 yang akan diperkenalkan Apple dalam Apple Event September 2026.(Foto : KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)

Teknologi

Harga iPhone 17 Terbaru, Bocoran iPhone 18

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:00 WIB