Jakarta, iNBrita.com – Waspada Virus Nipah, ancaman Baru di Kawasan Asia . Meskipun belum ada kasus tercatat di tanah air, para ahli menekankan pentingnya kesiapsiagaan karena virus ini bisa masuk kapan saja.
Virus Nipah merupakan zoonosis serius dengan tingkat kematian tinggi, diperkirakan antara 40% hingga 75% menurut WHO. Manusia bisa tertular virus ini melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, maupun dari orang ke orang.
Mengapa Indonesia Perlu Waspada?
-
Indonesia memiliki kelelawar pemakan buah yang tersebar luas, terutama dari famili Pteropodidae. Hewan ini menjadi inang alami virus Nipah, sehingga meningkatkan potensi virus masuk ke populasi manusia.
-
Perdagangan hewan dan perjalanan antarnegara yang tinggi mempermudah jalur masuk virus.
-
Infeksi Nipah sering diawali dengan demam, sakit kepala, atau muntah, yang mirip penyakit umum. Gejala ini bisa menunda diagnosis dan meningkatkan risiko penularan lebih luas.
Upaya Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) telah memperkuat langkah-langkah pencegahan. Misalnya, mereka meningkatkan surveilans di pintu masuk internasional dan fasilitas kesehatan.
Para ahli menegaskan bahwa meskipun Indonesia belum mencatat kasus Nipah, kewaspadaan dini, pemantauan kelelawar lokal, dan kesiapan respons cepat tetap menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi baru yang berpotensi mematikan ini.
(vvr)









