Home / Internasional

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:00 WIB

Wapres Venezuela Tuntut Bebaskan Maduro dan Flores Segera

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyampaikan tuntutan pembebasan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya melalui siaran televisi pemerintah.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyampaikan tuntutan pembebasan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya melalui siaran televisi pemerintah.

Jakarta, iNBrita.com – Setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer di Caracas dan wilayah lain pada Minggu (4/1/2025), Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez langsung menuntut agar pasangan itu dibebaskan. Selain itu, Rodríguez mengecam tindakan AS sebagai penculikan brutal.

Tuduhan AS dan Bantahan Caracas

Sementara itu, pemerintah AS menyatakan Maduro, Flores, dan pejabat publik Venezuela lain bertanggung jawab atas terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan kejahatan lain. Di sisi lain, pemerintah Caracas menolak tuduhan tersebut.

“Kami menuntut agar Presiden Nicolás Maduro dan istrinya segera dibebaskan,” kata Rodríguez dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan VTV. Ia menambahkan bahwa Maduro adalah “satu-satunya Presiden Venezuela.”

Baca juga :   Prabowo Kerahkan Helikopter Tangani Bencana Sumatera

Venezuela Keluarkan Dekrit Darurat

Rodríguez dan pejabat senior menyebut penangkapan itu sebagai penculikan. Mereka menuduh pasukan AS menyerang integritas teritorial Venezuela secara brutal dan melanggar hukum internasional. Lebih lanjut, Rodríguez menyatakan pemerintah akan mengeluarkan dekrit “keadaan darurat eksternal” dan mengajukannya ke Mahkamah Agung untuk divalidasi.

Selain menyerukan dekrit, Rodríguez juga meminta masyarakat bersiap membela negara. “Tidak seorang pun warga Venezuela boleh diam. Para ekstremis yang memprovokasi agresi bersenjata akan dihukum oleh sejarah dan keadilan,” ujarnya.

Seruan Solidaritas Regional

Di samping itu, Rodríguez meminta negara-negara Amerika Latin mendukung Venezuela. “Kami mengajak rakyat tanah air tetap bersatu. Apa yang terjadi pada Venezuela bisa terjadi pada siapa pun,” tegasnya. Ia menekankan bahwa kekerasan brutal untuk menundukkan rakyat bisa terjadi di negara mana pun.

Baca juga :   Kabid Pemdes Cs Terbukti Langgar Netralitas ASN

Reaksi AS

Sementara itu, pernyataan Rodríguez bertentangan dengan Presiden AS Donald Trump, yang menyebut Rodríguez berbicara dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan bersedia bekerja sama dalam fase baru bagi Venezuela.

“Ada wakil presiden yang Maduro tunjuk; saat ini masih menjabat. Dia berbicara dengan Marco dan berkata, ‘Kami akan melakukan apa pun yang Anda butuhkan.’ Menurut Trump, dia cukup sopan. Oleh karena itu, kita akan menanganinya dengan benar,” kata Trump.

(Ven*)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemimpin Eksekutif Hong Kong John Lee saat konferensi pers membahas penyelidikan kebakaran apartemen mematikan, Selasa 2 Desember.

Internasional

Hong Kong Selidiki Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court
Remaja Malaysia menggunakan ponsel saat pemerintah menerapkan batas usia media sosial.

Internasional

Malaysia Larang Remaja 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Kesepakatan minyak AS–Venezuela picu protes China, turunkan harga minyak global, dan perkuat pengaruh Trump di sektor energi.

Internasional

Trump Kuasai Minyak Venezuela, Ketegangan Global Meningkat
Ilustrasi bendera Jepang berlatar informasi gempa bumi di Jepang barat

Internasional

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang Barat
Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ASEAN–Korea ke-26 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

Internasional

Indonesia Dukung Korea Selatan Jadi Mitra Strategis ASEAN
Suami menghadiahkan mentega premium kepada istrinya setelah melahirkan.

Internasional

Suami Viral Hadiahkan Istri 5 Kg Mentega Premium
Seorang presiden menunduk dengan ekspresi serius dalam potret close-up berlatar gelap.

Internasional

Sorotan Berita Internasional Terpopuler Hari Ini
Ilustrasi perampok membobol brankas bank

Internasional

Perampok Bobol Tembok Beton, Rp 1,7 T Raib