Pemerintah Jelaskan Alasan Pemotongan Dana Transfer Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (detikcom)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (detikcom)

JAKARTA,iNBrita.com – Pemerintah pusat menegaskan telah memberi penjelasan langsung kepada para kepala daerah terkait pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menuturkan bahwa pemerintah kini membagi TKD menjadi dua jenis, yakni transfer langsung dan tidak langsung.

Prasetyo mengatakan pemerintah memberikan pemahaman bersama agar para kepala daerah memahami mekanisme pembagian TKD.
“Kita jelaskan bersama bahwa sekarang transfer ke daerah dibagi menjadi dua: langsung dan tidak langsung,” ujar Prasetyo saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).

Ia menegaskan bahwa transfer tidak langsung berbentuk program pemerintah pusat yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di daerah.
“Transfer ke daerah yang tidak langsung itu berupa program-program pemerintah pusat yang penerimanya juga masyarakat di daerah,” kata Prasetyo.

Salah satu contohnya, lanjut Prasetyo, adalah program Makan Bergizi Gratis.
“Kalau kita hitung dari anggaran di APBN, tahun depan nilainya mencapai Rp 335 triliun. Program ini juga dinikmati seluruh daerah,” jelasnya.

Prasetyo menambahkan bahwa pemotongan TKD bertujuan memperbaiki tata kelola anggaran, bukan untuk mengurangi hak daerah.
“Pemerintah mendorong perbaikan pengelolaan anggaran agar semua program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” imbuhnya.


Kepala Daerah Tolak Pemotongan TKD

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan para kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Sebanyak 18 gubernur hadir langsung, 15 diwakili, dan 5 daerah tidak hadir.

Para kepala daerah menyampaikan penolakan terhadap pemotongan TKD tahun 2026 yang mereka nilai sangat memberatkan.

Menanggapi hal itu, Purbaya menilai reaksi tersebut wajar karena anggaran yang diberikan memang berkurang. Namun, ia mengimbau pemerintah daerah untuk memperbaiki kinerja belanja.
“Semuanya tergantung kepala daerahnya. Kalau mereka bisa perbaiki kinerja dan citra di mata pemerintah pusat, tentu tidak ada keberatan,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/10).

Ia juga menyoroti lemahnya efektivitas penggunaan anggaran di daerah.
“Kalau mereka mau membangun daerah, seharusnya sejak dulu sudah rapi. Jangan sampai anggaran hilang atau meleset,” tambahnya.

Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan alokasi TKD sebesar Rp 693 triliun, naik dari Rp 650 triliun sebelumnya, namun masih lebih kecil dibandingkan alokasi 2025 yang mencapai Rp 919,9 triliun.

Purbaya mengakui pemotongan itu besar, namun membuka peluang penambahan anggaran jika ekonomi dan penerimaan negara membaik.
“Saya akan lihat kondisi keuangan negara di pertengahan triwulan kedua 2026. Kalau ekonomi tumbuh dan penerimaan pajak naik, tentu kita akan tambah. Kalau semuanya naik, kita bagi,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya
BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, melantik kepala sekolah SD dan SMP, Selasa (20/10/2026).

Pendidikan

Azhar Hamzah Tuntut Kepala Sekolah Cetak Prestasi dan Inovasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 00:00 WIB

Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji PAW Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Selasa (20/10).

SUNGAI PENUH

Hj. Helneti Mesra Resmi Jadi Anggota DPRD Sungai Penuh

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:00 WIB

keteranagan foto singkat
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah melantik 38 kepala sekolah SD dan SMP negeri, Selasa (20/10/2026).

SUNGAI PENUH

Resmi! Ini Daftar 38 Kepala Sekolah yang Dilantik Azhar Hamzah

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:00 WIB

Jeep menyiapkan Renegade generasi baru dengan platform STLA One dan sistem penggerak 4x4.(Foto : Carscoops)

Teknologi

Jeep Siapkan Renegade Generasi Baru, Meluncur 2030

Selasa, 20 Okt 2026 - 21:00 WIB

IHSG menguat 5,65 persen ke level 5.278,88 setelah tekanan jual akibat sentimen MSCI.(Foto : TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ekonomi

IHSG Melonjak 5,65 Persen ke 5.278,88, Ini Penyebabnya

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:00 WIB