Jakarta – Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala kanker yang bisa muncul saat atau setelah makan. Rasa panas di dada atau heartburn setelah makan cepat atau mengonsumsi makanan asam memang umum terjadi. Namun, gangguan yang sering dianggap ringan ini kadang menjadi tanda kondisi serius.
Heartburn terjadi ketika asam lambung, kadang disertai sisa makanan, naik kembali ke kerongkongan. Dinding lambung mampu menahan asam, tetapi kerongkongan tidak. Akibatnya, muncul sensasi terbakar dan rasa tidak nyaman di dada.
Berbagai faktor dapat memicu heartburn, seperti:
-
Makanan berlemak, pedas, atau porsi besar
-
Konsumsi kafein dan alkohol
-
Kebiasaan merokok
-
Penggunaan obat tertentu
-
Langsung berbaring setelah makan
Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko heartburn.
Menurut laporan Daily Express, kebanyakan kasus heartburn bisa mereda dengan obat bebas dan perubahan gaya hidup, misalnya:
✅ Menghindari makanan pemicu
✅ Makan dengan porsi kecil
✅ Tidak langsung berbaring setelah makan
Namun, NHS menegaskan agar segera menemui dokter jika:
-
Perubahan gaya hidup dan obat bebas tidak lagi membantu
-
Heartburn terjadi hampir setiap hari
-
Muncul gejala lain seperti makanan terasa tersangkut di tenggorokan, muntah berulang, atau penurunan berat badan tanpa sebab
Dalam beberapa kasus, heartburn berkepanjangan dapat menjadi tanda kanker kerongkongan (oesophageal cancer). Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi:
⚠️ Kesulitan menelan
⚠️ Mual atau muntah terus-menerus
⚠️ Sering bersendawa
⚠️ Penurunan berat badan tanpa alasan jelas
Jika seseorang mengalami heartburn lebih dari tiga minggu, gejala semakin parah, atau pengobatan biasa tidak lagi efektif, segera periksa ke dokter umum (GP).
Segera cari bantuan medis jika:
-
Muntah berlangsung lebih dari dua hari
-
Feses berwarna hitam atau merah tua
-
Muncul dugaan gejala kanker tetapi belum tahu ke mana harus memeriksakan diri
Walaupun gejala tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal dan tidak selalu berarti kanker, pemeriksaan medis tetap penting. Deteksi dini kanker sangat membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.









