Jakarta, iNBrita.com — Belakangan ini, warga Indonesia ramai mengeluhkan cuaca panas yang melanda berbagai wilayah. Suhu yang meningkat membuat banyak orang merasa gerah dan membagikan keluhannya di media sosial seperti X.
“Cuaca bener-bener panas banget, curiga abis ini jadi pribadi yang lebih matang,” tulis seorang pengguna.
“Cuaca kayak gini mending beli freezer segede kamar, panas banget ya rab,” tambah yang lain dengan nada bercanda.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa cuaca panas ekstrem akan mulai mereda pada akhir Oktober hingga November 2025. Ia menjelaskan fenomena ini terjadi karena pergeseran semu matahari ke selatan Indonesia.
“Ini seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan,” jelas Dwikorita kepada wartawan, Selasa (14/10).
Fenomena tersebut menyebabkan tutupan awan berkurang sehingga sinar matahari lebih langsung mengenai permukaan bumi. Akibatnya, radiasi matahari meningkat, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Dalam kondisi ini, masyarakat diimbau menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar. Berikut beberapa dampak kesehatan akibat panas ekstrem serta cara bijak mengatasinya:
1. Serangan Migrain
Cuaca panas dapat memicu migrain karena suhu tinggi dan kelembapan yang berubah-ubah.
Solusi hijau: Minum air putih cukup, istirahat di tempat teduh, dan kurangi aktivitas luar ruangan saat siang hari.
2. Serangan Jantung
Suhu tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Solusi hijau: Gunakan pakaian longgar berbahan alami, hindari kafein berlebih, dan perbanyak konsumsi buah segar.
3. Risiko Stroke
Panas ekstrem dapat meningkatkan tekanan pada tubuh, terutama bagi lansia dengan tekanan darah tinggi.
Solusi hijau: Perbanyak istirahat, hindari paparan panas berlebih, dan jaga pola makan seimbang.
4. Heat Stroke
Heat stroke merupakan kondisi darurat ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu.
Solusi hijau: Segera pindahkan penderita ke tempat teduh, beri minum air, dan hubungi tenaga medis jika gejala berat muncul seperti kebingungan atau kejang.
5. Tekanan Darah Tidak Stabil
Cuaca panas bisa menyebabkan tekanan darah naik atau turun drastis karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit.
Solusi hijau: Minum air kelapa atau air mineral cukup, hindari minuman manis dan alkohol, serta konsumsi sayuran berair tinggi seperti mentimun.
6. Dehidrasi
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang dikonsumsi.
Solusi hijau: Siapkan botol minum setiap bepergian, konsumsi buah tinggi air seperti semangka dan jeruk, serta kurangi aktivitas fisik di bawah terik matahari.
(VVR*)














