Jakarta, iNBrita.com – Stroke sering dianggap penyakit lansia. Namun kini, banyak kasus justru terjadi pada orang muda. Perubahan gaya hidup dan faktor risiko non-tradisional membuat stroke semakin umum di usia produktif.
Stroke bisa menyerang siapa saja. Faktor tradisional seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol, obesitas, merokok, alkohol berlebihan, dan kurang olahraga menjadi pemicunya. Namun, faktor gaya hidup modern juga berperan besar.
Selain itu, stres, gangguan tidur, migrain, depresi, penyalahgunaan zat, hingga polusi turut meningkatkan risiko stroke di usia muda. Banyak yang tak percaya bahwa usia muda tetap berisiko, sehingga diagnosis sering terlambat dan dampaknya fatal.
Tanda Awal Stroke yang Harus Diwaspadai
Deteksi dini penting agar penanganan lebih cepat. Gejalanya sering mirip kelelahan atau stres, sehingga mudah diabaikan. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
Mati rasa atau lemas mendadak. Biasanya terjadi di satu sisi tubuh seperti wajah, tangan, atau kaki.
Sulit berbicara. Bicara cadel atau sulit memahami lawan bicara bisa jadi tanda awal.
Gangguan penglihatan. Penglihatan kabur, ganda, atau hilang sementara perlu diwaspadai.
Sakit kepala hebat. Muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas, kadang disertai mual dan pusing.
Hilang keseimbangan. Kesulitan berjalan atau kehilangan koordinasi tubuh bisa jadi tanda stroke.
Jangan remehkan gejala ringan sekalipun. Mengabaikan tanda awal bisa berujung cacat permanen atau kematian.
Menurut Dr. Shiva Kumar R, konsultan neurologi di Rumah Sakit Manipal, India, beberapa faktor memang tak bisa diubah. Namun, gaya hidup sehat sangat membantu mencegah stroke.
Ia menegaskan pentingnya pola makan seimbang, olahraga rutin, menghindari rokok dan alkohol, mengelola stres, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah. Langkah sederhana ini dapat menurunkan risiko stroke secara signifikan.
(VVR*)














