Agam, Sumatera Barat, iNBrita.com – Pemerintah Kabupaten Agam terus melakukan upaya untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam, tetapi yang masih menjadi kendala adalah masih sangat membutuhkan berbagai perlengkapan logistik dan peralatan darurat. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan di Lubuk Basung, Selasa (2/12/2025), bahwa pihaknya sangat membutuhkan puluhan alat berat, mobil tangki air, genset, dan toren. Petugas menggunakan alat-alat tersebut untuk membersihkan jalan, membuang material tanah saat mencari korban hilang, selain itu juga mendistribusikan air bersih, dan mendukung operasional lapangan lainnya.
Selain logistik, tim BPBD menyediakan pendampingan psikososial dan kegiatan trauma healing. Anak-anak terdampak mengikuti kegiatan di ruang ramah anak dan menggunakan alat permainan edukatif, sementara keluarga menerima konseling. Kegiatan ini membantu warga pulih secara mental dan emosional pasca-bencana.
Relawan dan aparat setempat terus memantau kondisi lingkungan untuk mencegah bencana susulan. Mereka memeriksa sungai, mengevakuasi warga dari daerah rawan longsor, dan membersihkan puing-puing yang menghalangi jalan utama. Pemerintah daerah juga membuka posko darurat di beberapa titik untuk memudahkan distribusi bantuan dan pelayanan medis.
Curah hujan tinggi memicu tanah longsor, banjir bandang, banjir, pohon tumbang, dan angin kencang di 16 kecamatan Kabupaten Agam Petugas mencatat 130 warga meninggal, 71 orang hilang, 6.300 orang mengungsi, dan 25 orang dirawat di rumah sakit.
BPBD Agam bersama pemerintah daerah dan relawan mengevakuasi korban, membersihkan puing-puing, dan menyalurkan bantuan darurat. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada dan mematuhi arahan evakuasi demi keselamatan.
Rahmat Lasmono menekankan pihaknya membutuhkan dukungan pemerintah pusat, organisasi sosial, dan masyarakat luas. “Kita harus segera mengirim logistik dan memberikan bantuan psikososial agar korban cepat pulih dan kembali beraktivitas normal “,ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Agam berharap upaya ini dapat mengurangi dampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga terdampak. Semua pihak diminta bersinergi agar penanganan pasca-bencana berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh.
(ES*)













