Kanker Usus Besar Pada Usia Muda Terus Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak memegang model usus besar, menggambarkan meningkatnya risiko kanker usus besar pada usia muda.

Ilustrasi anak memegang model usus besar, menggambarkan meningkatnya risiko kanker usus besar pada usia muda.

Jakarta, iNBrita.com – Berbagai studi di negara-negara maju menunjukkan bahwa kasus kanker kolorektal atau kanker usus besar pada orang berusia di bawah 50 tahun terus meningkat sejak tahun 1990-an. Para peneliti melihat tren kenaikan ini berlangsung stabil dan mengkhawatirkan.

Spesialis onkologi sekaligus Associate Professor Kedokteran di Harvard Medical School, Kimmie Ng, menjelaskan bahwa insiden kanker usus besar pada kelompok usia muda meningkat 2–3 persen setiap tahun sejak pertengahan 1990-an.

Menurutnya, peningkatan ini terjadi di seluruh dunia. Fenomena ini tampak paling jelas di negara dengan status sosial ekonomi tinggi dan paling banyak terjadi pada orang kulit putih non-Hispanik, meskipun sebenarnya memengaruhi semua ras dan etnis yang memiliki data.

Kimmie juga menambahkan bahwa meskipun belum ada data yang secara khusus membahas peningkatan kasus pada anak-anak, ia secara anekdot sudah menangani beberapa pasien anak dengan kanker kolorektal.

Peningkatan Kasus Kanker Usia Muda dan Hubungan dengan Kelompok Kelahiran

Kimmie menjelaskan bahwa lonjakan kasus kanker pada usia muda kemungkinan berkaitan dengan kelompok kelahiran. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa generasi X memiliki tingkat kanker yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi baby boomer.

Baca Juga :  Tanda dan Dampak Stres Berlebih pada Tubuh Manusia

Walaupun banyak ilmuwan menganggap obesitas sebagai faktor risiko utama, Kimmie menegaskan bahwa penyebabnya tidak sesederhana itu. Banyak pasien muda yang ia tangani tidak obesitas, bahkan menjalani gaya hidup sehat.

“Kami menduga penyebabnya berasal dari lingkungan, pola makan, atau gaya hidup yang berubah dari masa ke masa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa paparan tertentu sejak usia sangat dini—bahkan sejak seseorang masih dalam kandungan—bisa meningkatkan kerentanan terhadap kanker saat mereka memasuki usia dewasa muda.

Faktor Kemungkinan Penyebab Kanker Usus Besar di Usia Muda

Kimmie menyebut beberapa faktor yang mungkin memicu peningkatan ini, termasuk pola makan yang semakin menurun kualitasnya serta paparan zat kimia dan polusi sehari-hari. Sementara itu, laman Dr Pedro D Maria Pallares menyoroti faktor-faktor berikut:

Baca Juga :  Kiper Cyrus Margono Jadi Target Transfer Persija Jakarta

1. Perubahan Pola Makan

Konsumsi makanan ultra-olahan, daging merah, daging olahan, dan gula rafinasi dapat memicu peradangan usus dan mengganggu mikrobioma. Kekurangan serat, buah, dan sayur juga melemahkan pertahanan alami usus besar.

2. Gaya Hidup Sedentari

Banyak orang muda duduk terlalu lama di depan layar atau meja kerja. Pola ini meningkatkan peradangan kronis dan memperlambat pergerakan usus.

3. Ketidakseimbangan Mikrobioma Usus

Dysbiosis atau flora usus yang tidak sehat dapat memicu pertumbuhan kanker. Pola makan buruk, stres kronis, penggunaan antibiotik berulang, dan infeksi saluran pencernaan menjadi pemicunya.

4. Konsumsi Alkohol

Alkohol merupakan faktor risiko yang telah terbukti untuk kanker usus besar. Banyak orang mulai mengonsumsinya sejak muda dan mempertahankan kebiasaan itu selama bertahun-tahun.

5. Kondisi Genetik yang Tidak Terdeteksi

Beberapa pasien muda ternyata memiliki kondisi genetik seperti sindrom Lynch atau poliposis adenomatosa familial (FAP). Kondisi ini bisa muncul meski tanpa riwayat keluarga yang jelas.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Risiko Penyakit Jantung Meningkat Akibat Duduk Terlalu Lama.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:00 WIB

Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan

Berita Terbaru

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kanan) bersama jajaran saat konferensi pers memaparkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta, 2026.(Foto : Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Travel

Wisatawan Mancanegara, Pariwisata Indonesia Tetap Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Nissan Tekton tampil dengan desain SUV tangguh dan modern, resmi meluncur di India dengan harga mulai Rp 199 jutaan.(Foto: Dok. Nissan)

Teknologi

Nissan Tekton SUV Baru Irit 19 Km Dijual Murah

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:00 WIB

Tecno Pova 8 5G hadir dengan baterai 8000mAh dan fitur Alive Matrix Display yang unik.(foto : Dok.Tecno)

Teknologi

Tecno Pova 8 5G Resmi Indonesia, Baterai 8000mAh

Rabu, 15 Jul 2026 - 16:00 WIB