Nyeri Tubuh Berulang? Kenali Penyebab dan Solusinya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang wanita menahan pergelangan tangannya, menunjukkan gejala nyeri atau pegal pada tangan.

Seorang wanita menahan pergelangan tangannya, menunjukkan gejala nyeri atau pegal pada tangan.

Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang menganggap nyeri dan pegal di tubuh sepele. Mereka sering memilih minum obat pereda nyeri atau datang ke tukang urut untuk mengatasinya.

Padahal, kebiasaan itu justru bisa memperparah kondisi tubuh, terutama jika mereka tidak menangani penyebab utama nyeri.

Spesialis anestesiologi dan terapi intensif dari Siloam Hospital Agora, dr. Reno Yonora, SpAn-TI, mengatakan tubuh sering mengirim sinyal nyeri sebagai tanda adanya masalah yang harus diatasi.

“Kalau nyeri tidak ditangani, pasti akan memunculkan masalah lain,” jelas dr. Reno dalam Health Talk di Siloam Hospital Agora, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga :  Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Syarat dan Cara

Menurut dr. Reno, nyeri yang muncul berulang biasanya berkaitan dengan gangguan pada sendi, bukan sekadar otot. Rasa pegal yang menetap sering menjadi gejala utama.

Obat Pereda Nyeri Bukan Solusi Utama
dr. Reno menegaskan, jika nyeri sering muncul meski sudah minum obat, itu tidak berarti masalah tubuh sudah selesai. Terlebih, jika nyeri muncul di area yang sama dan terjadi berulang dalam jangka waktu lama.

“Kalau nyeri berkurang setelah minum obat, itu wajar. Tapi kalau nyeri muncul lagi saat obat diminum, terpicu aktivitas yang sama, dan terjadi hampir reguler, itu artinya nyeri belum hilang,” jelasnya.

Baca Juga :  Studi Banding Pansus II DPRD Sungai Penuh Terkait Raperda RTH

Waspada Dampak Jangka Panjang
Jika nyeri berlangsung dua hingga tiga bulan, obat saja tidak cukup. Konsumsi pereda nyeri berlebihan bisa merusak fungsi organ tubuh.

“Kalau orang terbiasa minum obat hanya untuk menghilangkan nyeri, mereka harus hati-hati. Organ yang memproses obat, seperti ginjal dan hati, bisa terganggu,” tegas dr. Reno.

Ia juga mengingatkan, kebiasaan ini berdampak panjang. Segera berkonsultasi dengan ahli agar penyebab nyeri, terutama pada sendi, bisa ditangani secara tepat.

“Nanti 10 tahun kemudian, jika terus mengandalkan obat untuk menghilangkan nyeri, fungsi organ menurun dan masalah lain mulai muncul,” pungkasnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu
Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal
Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan
Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh
Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026
Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal
Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 28 April 2026 - 22:00 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan

Senin, 27 April 2026 - 07:00 WIB

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru

Buruan Klaim Kode Redeem FF Mei 2026, Hadiah Gratis Menanti

Game

Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire Mei 2026 Gratis

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH bersama Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi, SH., MH menandatangani MoU kerja sama pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Gedung Auditorium UNIFAC.

SUNGAI PENUH

Pemkot Sungai Penuh dan UNJA Perkuat Kerja Sama Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:00 WIB

Sejumlah kapal tanker Iran berlayar di kawasan Selat Hormuz di tengah klaim keberhasilan menembus blokade laut Amerika Serikat.

Internasional

Iran Klaim 52 Kapal Tembus Blokade Laut AS

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Pekerja memindahkan komoditas pangan impor di pelabuhan sebagai bagian dari distribusi nasional di tengah kebijakan pengetatan impor oleh Kemendag.

Ekonomi

Kemendag Perketat Impor Pangan dan Peternakan Nasional

Kamis, 30 Apr 2026 - 23:59 WIB