Balikpapan, iNBrita.com – Peneliti menemukan burung pelanduk Kalimantan (Malacocincla perspicillata) kembali di alam liar Kalimantan Selatan pada 2020, setelah terakhir tercatat pada 1848. “Penemuan burung pelanduk Kalimantan mengejutkan ilmuwan dan pemerhati lingkungan karena mereka sulit mengamati spesies yang populasinya sedikit itu. Salah satu peneliti mengatakan, ‘Kami sangat tertarik pada burung mungil yang dikenal sebagai the black-browed babbler ini.'”
Burung pelanduk hidup hanya di Pulau Kalimantan. Selama bertahun-tahun, peneliti kesulitan mempelajari bentuk, perilaku, dan habitatnya. Buku Birds of the Indonesian Archipelago: Greater Sundas and Wallacea menyebut spesies ini sebagai salah satu yang paling misterius di Nusantara.
Para ahli menemukan bahwa burung pelanduk bertahan hidup karena hutan yang aman dan sulit dijangkau manusia. Kawasan Pegunungan Meratus menjadi lokasi ideal bagi mereka. Hutan yang masih terjaga menyediakan tempat tinggal bagi burung pelanduk dan banyak spesies endemik lainnya.
Fenomena kemunculan kembali burung pelanduk mengingatkan bahwa beberapa spesies dapat bertahan di lokasi terpencil meski manusia jarang terlihat. Kondisi ini menekankan pentingnya menjaga hutan sebagai benteng alami bagi flora dan fauna.
Penemuan ini mendorong ilmuwan dan lembaga konservasi meningkatkan perlindungan hutan Kalimantan. Para peneliti kini fokus mempelajari perilaku dan jumlah populasi burung pelanduk. “Kami berharap penelitian ini membantu melindungi spesies langka sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia,” kata peneliti.
Kembalinya burung pelanduk Kalimantan memberi harapan bagi konservasi alam di Indonesia. Upaya menjaga habitat dan memantau spesies langka dapat melestarikan ekosistem dan menginspirasi masyarakat peduli terhadap keanekaragaman hayati Nusantara.
(eni)














