Teheran , iNBrita.com — Puluhan ribu warga Iran Gelar Aksi turun ke jalan di ibu kota Teheran pada Senin (12/1) waktu setempat. Mereka menggelar aksi pro-pemerintah sebagai tandingan atas demonstrasi antipemerintah yang melanda negara tersebut. Presiden Iran Masoud Pezeshkian hadir langsung dalam aksi itu.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan kerumunan massa yang memenuhi sejumlah ruas utama kota. Massa kemudian berkumpul di Alun-alun Enqelab. Aksi tersebut mengusung tema “Perlawanan Iran terhadap Terorisme Amerika-Zionis”.
Ghalibaf Kecam Barat dan AS
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pidato di hadapan massa. Ia mengecam apa yang ia sebut sebagai campur tangan Barat dalam urusan Iran.
Menurut Ghalibaf, Iran saat ini menghadapi empat bentuk perang sekaligus. Ia menyebut perang ekonomi, psikologis, militer, dan terorisme.
“Iran menghadapi perang ekonomi dan psikologis. Kami juga menghadapi ancaman militer dari Amerika Serikat dan Israel, serta perang melawan terorisme,” ujarnya.
Seruan Anti-Amerika dan Israel
Dalam aksiIran Gelar Aksi tersebut, para pendukung pemerintah meneriakkan slogan bernada anti-Barat. Mereka menyerukan “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel” dalam bahasa Persia.
Ghalibaf juga menyampaikan peringatan keras kepada Washington. Ia mengatakan militer Iran siap bertindak jika Amerika Serikat menyerang negaranya. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump akan menerima “pelajaran yang tak terlupakan”.
Pezeshkian Hadir di Tengah Massa
Presiden Masoud Pezeshkian terlihat berjalan di tengah kerumunan massa. Sejumlah pengawal keamanan mengelilinginya. Tayangan tersebut disiarkan Al Jazeera secara langsung dari Teheran.
Media berbasis Qatar itu tetap melaporkan aksi tersebut meski pemerintah Iran membatasi akses internet selama demonstrasi berlangsung.
Dalam pernyataan yang dikutip Press TV, Pezeshkian menyebut aksi itu sebagai bukti kewaspadaan nasional. Ia menilai rakyat Iran menunjukkan tanggung jawab dalam membela nilai agama dan kepentingan negara.
Menlu Iran Klaim Situasi Terkendali
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga hadir dalam aksi tersebut. IRIB News menayangkan Araghchi berjalan di tengah massa dengan pengawalan ketat.
Kepada para diplomat asing di Teheran, Araghchi menegaskan kondisi keamanan nasional tetap stabil. Ia menyatakan pemerintah mengendalikan situasi sepenuhnya.
Pesan Khamenei dan Klaim Jumlah Massa
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak hadir secara langsung. Namun, ia menyampaikan pesan melalui siaran televisi pemerintah. Ia mengatakan aksi tersebut berhasil menggagalkan rencana pihak asing yang memanfaatkan aktor dalam negeri.
Kantor berita Fars mengklaim sekitar tiga juta orang mengikuti aksi pro-pemerintah di Teheran. Pemerintah Iran menggelar aksi ini untuk menunjukkan stabilitas nasional. Aksi berlangsung di tengah gelombang protes terbesar sejak 2009.
(vvr)














