Jakarta, iNBrita.com — Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi’i, menyatakan bahwa hingga saat ini tim belum menemukan korban selamat dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Basarnas tetap berharap adanya keajaiban selama proses pencarian berlangsung.
“Sampai sekarang belum ada korban selamat. Namun, kami tetap berharap ada mukjizat dan menemukan korban dalam kondisi hidup,” kata Syafi’i seusai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Syafi’i menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus kecelakaan pesawat sebelumnya, tim pernah menemukan korban selamat meskipun kondisi pesawat hancur. Ia menyebut ada penumpang yang terlempar dari pesawat dan sempat mengalami mati suri, lalu ditemukan hidup beberapa hari kemudian.
“Kami pernah menangani kecelakaan dengan kondisi pesawat yang terburai. Namun, tim menemukan penumpang yang terlempar keluar dan masih hidup setelah beberapa hari,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pencarian korban sekaligus mengumpulkan puing-puing pesawat. Basarnas nantinya akan menyerahkan seluruh temuan tersebut kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keperluan investigasi.
Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak dan jatuh pada Sabtu (17/1). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencarter pesawat itu untuk menjalankan misi surveilans wilayah perairan Indonesia.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa pesawat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 10 orang. Jumlah tersebut terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Tim SAR telah menemukan dua jenazah, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban lainnya.
(Ven*)














