Alat Batu Bergagang Tertua Ditemukan di China

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artefak alat batu bergagang yang ditemukan di situs Xigou, Provinsi Henan, China, menjadi bukti penggunaan teknologi alat komposit oleh manusia purba sejak sekitar 160.000 tahun lalu.

Artefak alat batu bergagang yang ditemukan di situs Xigou, Provinsi Henan, China, menjadi bukti penggunaan teknologi alat komposit oleh manusia purba sejak sekitar 160.000 tahun lalu.

Jakarta, iNBrita.com – Para arkeolog membuktikan bahwa manusia purba di wilayah yang kini menjadi China telah menggunakan alat batu canggih sejak sekitar 160.000 tahun lalu. Temuan ini membantah anggapan lama tentang ketertinggalan teknologi alat batu Asia dibandingkan Eropa dan Afrika.

Temuan Ribuan Alat Batu di Situs Xigou

Tim peneliti menemukan bukti tersebut di situs Xigou, Provinsi Henan, China tengah. Sejak pertama kali teridentifikasi pada 2017, para arkeolog mengekshumasi lebih dari 2.600 artefak alat batu dari lokasi ini. Mereka memastikan bahwa pembuat alat mengikat batu ke potongan kayu atau tongkat sebagai gagang.

Bukti Tertua Alat Komposit di Asia Timur

Dalam studi yang terbit di jurnal Nature Communications, tim peneliti menyebut temuan ini sebagai bukti paling awal penggunaan alat komposit di Asia Timur. Alat komposit merupakan perkakas yang menggabungkan lebih dari satu material dalam satu fungsi.

Melampaui Temuan Alat Purba Sebelumnya

Sebelumnya, para peneliti telah mengetahui bahwa manusia Asia Timur menggunakan alat sejak sangat dini. Mereka bahkan menemukan alat kayu berusia sekitar 300.000 tahun. Namun, artefak yang tim gali pada 2019–2021 menjadi bukti tertua penggunaan alat dua material di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Wako dan Wawako Sholat Id di lapangan Merdeka

Inovasi Gagang Tingkatkan Fungsi Alat

Pakar arkeologi Universitas Griffith, Australia, Michael Petraglia, menjelaskan bahwa pemasangan gagang merupakan inovasi teknologi penting. Menurutnya, gagang meningkatkan kinerja alat karena memberi daya ungkit lebih besar dan memungkinkan pengguna menghasilkan tenaga tambahan, misalnya saat melubangi atau memproses material keras.

Analisis menunjukkan bahwa para pembuat alat kemungkinan besar menggunakan alat-alat tersebut untuk mengolah material tanaman. Teknik pembuatannya terlihat matang dan konsisten, yang menandakan adanya perencanaan serta kemampuan berpikir jauh ke depan pada manusia purba pembuatnya.

Siapa Pembuat Alat Ini Masih Misteri

Meski temuan ini sangat signifikan, para peneliti belum dapat memastikan spesies manusia purba yang menciptakan alat-alat tersebut. Profesor arkeologi Universitas Washington, Ben Marwick, menyebut bahwa beberapa spesies hominin kemungkinan hidup bersamaan di wilayah tersebut pada masa itu.

“Pembuatnya bisa saja Denisovan, Homo longi, Homo juluensis, atau bahkan Homo sapiens. Penelitian lanjutan diharapkan dapat menemukan fosil atau DNA untuk memastikan identitasnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tangis Istri Pelatih Valencia Warnai Doa Labuan Bajo

Artefak Kecil dengan Teknik Rumit

Banyak artefak berukuran kecil, bahkan kurang dari 50 milimeter, namun para pembuatnya menerapkan teknik produksi yang rumit. Marwick menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan strategi pembuatan alat kompleks muncul lebih awal dari perkiraan para arkeolog sebelumnya.

Menantang Bias Lama Arkeologi Dunia

Penemuan ini juga menggugurkan asumsi lama dalam arkeologi tentang keterbelakangan teknologi Asia Timur. Marwick menyebut temuan ini menantang bias yang telah mengakar selama lebih dari setengah abad, terutama konsep Garis Movius.

Konsep yang diperkenalkan pada 1940-an itu membagi dunia antara wilayah Afrika dan Eurasia Barat yang dianggap “maju” dengan kapak genggam Acheulean, serta Asia Timur yang dinilai “konservatif” karena hanya menghasilkan alat penetak sederhana.

Pandangan Baru tentang Manusia Purba Asia Timur

Profesor madya arkeologi Universitas Otago, Selandia Baru, Anne Ford, memuji penelitian ini. Ia menilai temuan tersebut membuka cara pandang baru terhadap teknologi manusia purba di Asia Timur.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi Asia tidak sesederhana yang selama ini digambarkan,” tutupnya.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi proses balik nama kendaraan bekas di Samsat.(Foto : Garda Oto doc.)

Teknologi

Balik Nama Kendaraan Bekas Gratis, Ini Biaya Lengkapnya

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi iPhone 17 dan bocoran iPhone 18 yang akan diperkenalkan Apple dalam Apple Event September 2026.(Foto : KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)

Teknologi

Harga iPhone 17 Terbaru, Bocoran iPhone 18

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:00 WIB