Jakarta, iNBrita.com – Oatmeal berperan mencegah kolesterol , penting untuk hormon, pembentukan sel, dan fungsi tubuh. Namun, kolesterol jahat (LDL) berlebihan bisa membahayakan kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet jangka pendek dengan sarapan tertentu menurunkan kadar kolesterol dalam dua hari, dan efeknya bertahan hingga enam minggu.
Para ilmuwan di Universitas Bonn, Jerman, meneliti 32 orang yang memiliki sindrom metabolik. Kondisi ini mencakup obesitas, tekanan darah tinggi, kadar glukosa tinggi, dan lipid darah meningkat.
Para peserta dibagi menjadi dua kelompok:
-
Kelompok pertama makan oatmeal tiga kali sehari selama dua hari, sekitar 300 gram per hari, dengan sedikit buah atau sayuran, dan setengah dari kalori normal mereka.
-
Kelompok kedua juga mengurangi kalori, tetapi tidak makan oat.
Hasilnya menunjukkan bahwa diet berbasis oat memberikan efek lebih besar dibanding hanya mengurangi kalori. Para peserta menurunkan kadar LDL sekitar 10% dalam 48 jam. Berat badan rata-rata turun 2 kg, dan tekanan darah sedikit menurun.
Dr. Marie-Christine Simon dari Universitas Bonn mengatakan, “Pengurangan ini signifikan, meski tidak sebesar efek obat modern.” Linda Klümpen, penulis utama studi, menjelaskan bahwa oatmeal memengaruhi kolesterol melalui perubahan pada usus. Oatmeal meningkatkan jumlah bakteri tertentu yang mencerna gandum. Bakteri ini menghasilkan senyawa yang masuk ke aliran darah dan membantu metabolisme kolesterol, seperti asam ferulat.
Manfaat paling terasa ketika peserta mengonsumsi jumlah besar oat dalam waktu singkat sambil membatasi kalori. Peserta mendapatkan hasil lebih efektif ketika mereka mengonsumsi oat dalam jumlah besar secara singkat.
(vvr)









