Rupiah Melemah Tajam, Dolar AS Terus Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang PT Ayu Masagung, Jakarta.(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang PT Ayu Masagung, Jakarta.(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat pada 18 Februari 2026

Jakarta, iNBrita.com  – Rupiah melemah cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Data Refinitiv menunjukkan, rupiah ditutup di level Rp16.875/US$, turun 0,30% dibandingkan posisi sebelumnya. Level ini menjadi yang terlemah sejak 22 Januari 2026, lebih dari tiga pekan terakhir.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di kisaran Rp16.820–Rp16.892/US$. Rupiah sempat menguat tipis 0,03% di level Rp16.820/US$, tetapi pelemahan tajam muncul seiring berjalannya sesi hingga akhir perdagangan.

Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,14% ke level 97,295 pada pukul 15.00 WIB, menunjukkan bahwa pelaku pasar memilih dolar AS sebagai aset aman.

Baca Juga :  10 Mata Uang Terlemah Dunia Tahun 2026

Pelemahan rupiah muncul karena sentimen domestik dan global. Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung dua hari mulai hari ini.

Setelah menurunkan suku bunga acuan lima kali sepanjang 2025, BI menahan suku bunga di level 4,75% pada Januari 2026. Pasar memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga pada RDG kali ini. Investor juga mengamati langkah BI dalam menstabilkan nilai tukar, termasuk intervensi di pasar yang masih rawan terhadap arus keluar modal asing pasca-gejolak akhir Januari.

Baca Juga :  BPOM Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kenaikan Harga Obat

Pelaku pasar juga memperhatikan transmisi pelonggaran suku bunga ke sektor riil. Penurunan suku bunga belum sepenuhnya diikuti penurunan suku bunga kredit, sehingga ekspansi pembiayaan masih terbatas.

Di sisi global, ketidakpastian geopolitik, termasuk pembicaraan nuklir AS-Iran, mendorong investor bersikap hati-hati. Dalam kondisi tersebut, mereka membeli dolar AS dan surat utang AS sebagai aset aman, sehingga menambah tekanan pada rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya.

(tim)

 

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026
Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026
Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.
Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027
TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:00 WIB

Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Kesehatan

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Rabu, 22 Jul 2026 - 03:00 WIB

.Ilustrasi kode redeem Free Fire (FF) terbaru dengan berbagai hadiah gratis dari Garena.

Game

Kode Redeem Free Fire Terbaru 22 Juli 2026 Gratis

Rabu, 22 Jul 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game penghasil saldo GoPay.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair ke DANA, Begini Caranya

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:00 WIB

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB