Jakarta , iNBrita.com – Puasa Ramadan meningkatkan spiritualitas dan kesehatan, terutama jantung dan pembuluh darah. Dr. Babar Basir, ahli jantung dari Henry Ford Health, Detroit, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa puasa memperbaiki kadar insulin dan meningkatkan hormon pertumbuhan manusia. Hormon ini membantu tubuh membakar lemak lebih efektif.
Studi 2021 di Journal of the American Heart Association menunjukkan bahwa puasa Ramadan menurunkan tekanan darah. Peneliti London Ramadan Study (LORANS) mengukur langsung peserta dan menganalisis puluhan studi yang melibatkan 3.213 partisipan. Mereka menemukan bahwa puasa menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang sehat serta pengidap hipertensi dan diabetes.
“Puasa Ramadan memberi efek positif pada tekanan darah, terlepas dari perubahan berat badan, cairan tubuh, atau massa lemak,” tulis studi tersebut. Manfaat ini tidak terlihat pada pasien penyakit ginjal kronis. Dr. Babar menekankan bahwa puasa umumnya aman bagi pasien jantung, asalkan mereka berkonsultasi dengan dokter.
Tips Sehat Saat Puasa
Dr. Manal Elfakhani, ahli gizi dari Penn State University, menyarankan sahur dengan biji-bijian utuh, buah atau sayur, dan protein. Contohnya, sereal, roti gandum, oatmeal, pisang, apel, stroberi, susu, yogurt, atau telur orak-arik. Dia juga mengingatkan untuk minum cukup air putih.
Elfakhani menyarankan agar orang menghindari makanan dan minuman manis, serta kopi atau teh karena dapat memicu kehilangan cairan.
Saat berbuka, ahli gizi Nazima Qureshi dari Toronto menekankan mengonsumsi makanan seimbang. Pilih protein sehat, gandum utuh, dan sayuran.
Dengan mengikuti tips ini, puasa Ramadan menjadi aman dan mendukung kesehatan jantung serta metabolisme tubuh.
(eny)














