Waspadai Akrilamida dalam Makanan yang Digoreng

Waspadai Akrilamida dalam Makanan yang Digoreng

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi/thinkstock

Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta , iNBrita.com — Pola Konsumsi Makanan dan Risiko Kanker akibat Akrilamida Sel abnormal yang tumbuh di dalam tubuh dapat memicu kanker, yaitu salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi di dunia. Selain faktor genetik, pola makan sehari-hari juga ikut memengaruhi perkembangan penyakit ini.

Lebih lanjut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko kanker karena mengandung senyawa bernama akrilamida. Walaupun banyak orang belum mengenalnya, proses pemasakan pada suhu tinggi seperti menggoreng, memanggang, atau membakar justru membentuk zat ini dalam makanan.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, akrilamida terbentuk ketika makanan berbasis tumbuhan yang kaya karbohidrat dipanaskan di atas suhu 120°C. Proses ini terjadi karena gula alami bereaksi dengan asam amino saat makanan terkena panas tinggi.

Status Akrilamida dalam Kesehatan

Di sisi lain, para peneliti mengklasifikasikan akrilamida sebagai zat yang berpotensi karsinogenik, meskipun mereka masih terus melakukan penelitian untuk memastikan dampaknya pada manusia. Oleh karena itu, berbagai lembaga kesehatan mendorong masyarakat untuk mengurangi paparan zat ini dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Rujukan Berbasis Kompetensi Tidak Batasi Akses Darurat

Mengacu pada laporan Times of India, beberapa jenis makanan mengandung akrilamida dalam kadar cukup tinggi, di antaranya sebagai berikut:

Kentang Goreng dan Keripik sebagai Sumber Utama

Pertama-tama, masyarakat sering mengonsumsi kentang goreng dan keripik kentang yang ternyata mengandung akrilamida tinggi. Zat ini terbentuk ketika proses penggorengan berlangsung pada suhu tinggi hingga warna kentang berubah menjadi cokelat.

Semakin lama seseorang menggoreng makanan tersebut, terutama sampai terlalu kering atau gosong, maka kadar akrilamida yang terbentuk juga semakin meningkat. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan keripik kentang dapat mengandung lebih dari 2.000 µg/kg akrilamida, sedangkan kentang goreng berada pada kisaran 200–700 µg/kg.

Dengan demikian, masyarakat perlu menghindari penggorengan yang terlalu lama. Selain itu, mereka dapat memilih metode memasak lain seperti merebus atau menggunakan air fryer untuk menekan pembentukan akrilamida.an

Baca Juga :  Bocah Meninggal Terjebak di Mobil Saat Panas Ekstrem

Produk Panggang dan Kandungan Akrilamida

Selanjutnya, industri makanan memproduksi biskuit dan kue kering kemasan yang juga mengandung akrilamida akibat proses pemanggangan bersuhu tinggi.

Di samping itu, produsen biasanya menambahkan gula rafinasi dan bahan tambahan lain yang ikut memengaruhi pembentukan zat tersebut. Akibatnya, kadar akrilamida pada produk ini dapat bervariasi tergantung proses pengolahannya.

Kisaran Kandungan dan Alternatif

Berdasarkan hasil penelitian, biskuit dapat mengandung akrilamida sekitar 160 hingga 1.000 µg/kg, tergantung bahan dan teknik produksi.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dapat membuat camilan sendiri di rumah dengan bahan yang lebih alami. Misalnya, mereka dapat menggunakan tepung gandum utuh dan mengurangi gula agar risiko paparan akrilamida menjadi lebih rendah.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siti Fauziah Ungkap Benjolan Payudara, Pentingnya Deteksi Dini
Hantavirus Mengintai, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Food Noise Dorongan Otak yang Memicu Keinginan Makan
Toksoplasmosis Mengancam Ibu Hamil dan Sistem Imun Lemah
Fakta Baru! 7.000 Langkah Bikin Tubuh Sehat
Kopi Kayu Manis, Benarkah Bakar Lemak Perut
Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sarang Bakteri Berbahaya
Manfaat Durian untuk Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:00 WIB

Waspadai Akrilamida dalam Makanan yang Digoreng

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:00 WIB

Siti Fauziah Ungkap Benjolan Payudara, Pentingnya Deteksi Dini

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:00 WIB

Hantavirus Mengintai, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:00 WIB

Food Noise Dorongan Otak yang Memicu Keinginan Makan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:00 WIB

Toksoplasmosis Mengancam Ibu Hamil dan Sistem Imun Lemah

Berita Terbaru

Foto: ilustrasi/thinkstock

Kesehatan

Waspadai Akrilamida dalam Makanan yang Digoreng

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:00 WIB

Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas

Internasional

Krisis Energi Asia Akibat Perang Iran Meluas

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:00 WIB

ilustrasi ( foto chat gpt)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terbukti dan Aman Digunakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi tanaman hias bunga/Foto: Getty Images/P_PHOTO

Pendidikan

Tips Memilih Bibit Tanaman Hias Berkualitas Unggul

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:00 WIB

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah meninggalkan rapat seremonial dan fokus pada eksekusi program. (Dok. Kemendagri).

Nasional

Wamendagri Dorong Daerah Tinggalkan Rapat Seremonial

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:00 WIB