Danau Duo: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Batuah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan udara Danau Duo yang menampilkan tanjung saat air surut.( foto ist)

Pemandangan udara Danau Duo yang menampilkan tanjung saat air surut.( foto ist)

Kerinci, iNBrita.com — Di tengah kabut pagi dan udara segar dataran tinggi Kerinci, tersembunyi sebuah danau yang begitu memikat: Danau Duo. Nama yang sederhana, tapi pesonanya luar biasa—sebuah danau yang bisa “terbelah” menjadi dua saat permukaannya surut, memberikan pengalaman alam yang tak terlupakan bagi siapa pun yang berani menjelajahinya.

Bagi para pencari ketenangan dan petualangan, Danau Duo bukan sekadar destinasi, tapi merupakan perjalanan menuju keindahan yang murni. Terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, danau ini menawarkan panorama alam yang masih sangat alami. Dari Kota Sungai Penuh, perjalanan sejauh 40 kilometer mengantarkan pengunjung melalui jalanan yang berliku, ladang-ladang warga, dan aroma harum tanaman kayu manis yang menemani setiap langkah. Selain itu, sensasi trekking atau menaiki motor cross menambah rasa petualangan, seolah alam menantang setiap pengunjung untuk membuktikan keberanian mereka.

Keunikan yang Membuatnya Spesial

Danau Duo bukan danau biasa. Terlebih lagi, berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, danau ini masuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, tepat di kaki Gunung Batuah. Saat airnya surut, sebuah tanjung muncul di tengah danau, membelahnya menjadi dua—fenomena yang menjadi asal-usul namanya. Pada saat yang sama, banyak pengunjung mendirikan tenda dan menikmati malam yang sunyi, di bawah langit bertabur bintang dan dinginnya udara pegunungan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2,8 Juta

Selain pemandangan, Danau Duo juga menyimpan misteri alam. Di sini hidup ikan Semah dan ikan Seluang, jenis ikan yang biasanya hanya ditemukan di sungai besar. Anehnya, ikan-ikan ini dapat bertahan di danau dataran tinggi, muncul ke permukaan setiap pagi untuk “berjemur” di bawah sinar matahari.

Aktivitas Wisata yang Menarik

Desa Lempur telah mengemas Danau Duo sebagai destinasi wisata terpadu. Pengunjung dapat menjelajahi danau dengan rakit, memancing ikan endemik, hingga mengikuti proses pemanenan kayu manis di ladang warga. Tak hanya itu, berbagai aktivitas ini juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk lebih mengenal budaya dan kehidupan lokal.

Tak lengkap rasanya tanpa mengabadikan momen di sini. Panorama danau yang dikelilingi pegunungan, ladang kayu manis, dan kabut pagi menciptakan latar sempurna untuk foto. Bahkan, para fotografer, baik amatir maupun profesional, banyak datang hanya untuk menangkap momen unik di Danau Duo—dari permukaan air hingga sudut udara dengan drone.

Camping menjadi kegiatan wajib bagi pengunjung yang ingin merasakan kedekatan dengan alam. Bayangkan malam yang dingin, suara air danau yang menenangkan, aroma kayu bakar, dan kopi hangat di tangan sambil menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Di sisi lain, pengalaman ini membuat Danau Duo lebih dari sekadar tempat wisata—ia menjadi pengalaman hidup yang menyentuh semua indera.

Baca Juga :  5 Jembatan Terindah dan Ikonik di Asia

Sunrise dan Sunset yang Memukau

Dari tepi danau, matahari terbenam menciptakan siluet romantis perbukitan dan ladang kayu manis. Sementara pagi hari, mentari muncul di balik pepohonan, menghadirkan cahaya hangat yang perlahan mengusir dingin. Selain itu, momen ini membuat pengunjung merasa seolah berada di dunia lain—tenang, damai, dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Fasilitas dan Informasi Wisata

Meskipun alami, Danau Duo dilengkapi fasilitas memadai. Toilet, mushola, tempat parkir, dan homestay tersedia untuk kenyamanan wisatawan. Paket tour lima hari untuk menjelajahi lima danau di Desa Lempur juga ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai Rp 5.000 per orang. Selanjutnya, Danau Duo buka 24 jam setiap hari, memberi kebebasan bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam kapan pun mereka mau. Baik untuk berpetualang, bercamping, memancing, atau sekadar menenangkan diri, Danau Duo memberikan pengalaman yang menyentuh semua indera.

Danau Duo bukan sekadar destinasi wisata. Sebaliknya, ia adalah tempat di mana keindahan, misteri, dan ketenangan bertemu, mengajak setiap pengunjung untuk berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan membiarkan alam menceritakan kisahnya sendiri. Dengan demikian, pengalaman di Danau Duo akan selalu meninggalkan jejak yang tak terlupakan di hati siapa pun yang datang.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ubud Bali Dari Desa Sunyi Jadi Ikon Dunia
Wisata Musim Semi Korea Selatan Favorit Turis Indonesia
Belitung Buka Penerbangan Internasional Dorong Pariwisata
Pemprov Jabar Kukuhkan 18 Mei Hari Tatar Sunda
Wabah Hantavirus di Kapal Atlantik Tewaskan Tiga Penumpang
Geopark Rinjani-Lombok Raih Green Card UNESCO
Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel di Zimbabwe
Tren Pariwisata Global Bergeser ke Pengalaman Lebih Bermakna
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ubud Bali Dari Desa Sunyi Jadi Ikon Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:00 WIB

Wisata Musim Semi Korea Selatan Favorit Turis Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:00 WIB

Belitung Buka Penerbangan Internasional Dorong Pariwisata

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemprov Jabar Kukuhkan 18 Mei Hari Tatar Sunda

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:00 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Atlantik Tewaskan Tiga Penumpang

Berita Terbaru

Pemandangan Ubud Bali dengan sawah terasering dan suasana desa yang asri

Travel

Ubud Bali Dari Desa Sunyi Jadi Ikon Dunia

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:00 WIB

Api membakar gudang BBM non-subsidi di Sukakarya, Kotabaru, Jambi, menyebabkan kepanikan warga.

Daerah

Kebakaran Gudang BBM Ilegal Jambi Polisi Selidiki

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi gaya selfie dua jari yang berpotensi membuka celah pencurian data sidik jari

Teknologi

Bahaya Selfie Dua Jari Picu Kebocoran Sidik Jari

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Wawako Sungai Penuh Azhar Hamzah saat menyambut dan meninjau jamaah calon haji di Asrama Haji Jambi, Minggu (17/05).

Daerah

Wawako Sungai Penuh Sambut Jamaah Calon Haji

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi kasus kekerasan pada anak ( foto google)

Daerah

Polresta Padang Tangani Kasus Dugaan Kekerasan Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:00 WIB