Home / Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Ikuti Lonjakan Emas Dunia

Daftar harga emas batangan Antam per 8 April 2026, menunjukkan kenaikan harga jual dan buyback.

Daftar harga emas batangan Antam per 8 April 2026, menunjukkan kenaikan harga jual dan buyback.

Jakarta, iNBrita.com PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas batangan Logam Mulia pada perdagangan Rabu (8/4/2026).

Hari ini, Antam menetapkan harga emas di level Rp 2.900.000 per gram, atau naik Rp 50.000 dibandingkan hari sebelumnya. Selain itu, Antam juga menaikkan harga pembelian kembali (buyback) menjadi Rp 2.664.000 per gram, bertambah Rp 95.000 dari posisi kemarin.

Adapun, berikut rincian harga emas Antam berdasarkan beratnya:

Harga Emas Hari Ini (08 April 2026)

BeratHarga Dasar (Rp)Harga + Pajak PPh 0.25% (Rp)
0.5 gr1.500.0001.503.750
1 gr2.900.0002.907.250
2 gr5.740.0005.754.350
3 gr8.585.0008.606.463
5 gr14.275.00014.310.688
10 gr28.495.00028.566.238
25 gr71.112.00071.289.780
50 gr142.145.000142.500.363
100 gr284.212.000284.922.530
250 gr710.265.000712.040.663
500 gr1.420.320.0001.423.870.800
1000 gr2.840.600.0002.847.701.500

Sementara itu, kenaikan harga emas Antam mengikuti lonjakan harga emas dunia. Pada perdagangan sebelumnya, pelaku pasar mendorong harga emas spot global naik 1,23% hingga mencapai US$ 4.708,1 per troy ons.

Lebih lanjut, perkembangan geopolitik di Timur Tengah mendorong sentimen positif tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyepakati gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu untuk membuka ruang perundingan.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa ia menunda pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Dengan demikian, kedua pihak dapat memanfaatkan momentum ini untuk meredakan ketegangan.

Baca juga :   Harga Kentang Kerinci Jatuh, Petani Merugi Besar

Di sisi lain, pasar energi langsung merespons kesepakatan tersebut. Pada pukul 08:11 WIB, pelaku pasar mendorong harga minyak Brent turun tajam hingga hampir 14% ke level US$ 94 per barel.

Akibatnya, penurunan harga energi berpotensi meredakan tekanan inflasi. Selanjutnya, kondisi ini memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter, termasuk menurunkan suku bunga acuan.

Pada akhirnya, investor cenderung memburu emas ketika suku bunga menurun karena instrumen ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), sehingga menjadi lebih menarik di tengah bunga rendah.

(VVR*)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemulihan Internet Darurat Percepat Komunikasi di Area Bencana

Nasional

Bu Guru Salsa Sekarang Mencoba Peruntungan Di Dunia Tarik Suara
Ruang kelas sekolah dengan meja dan kursi kosong menjelang masuk sekolah 2026

Nasional

Jadwal Masuk Sekolah Jakarta dan Libur 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbicara di Gedung Sate, Bandung, 3 Desember 2025

Nasional

Dedi Mulyadi Pastikan Bantuan Bencana Tersalurkan Tepat

Nasional

Beli Sekarang…! Anjlok Drastis, Harga Emas Antam Turun Rp 38.000 per Gram
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan bencana di Kodam Sumatera Barat

Nasional

Prabowo Tinjau Bencana Sumbar, Pimpin Rapat Terbatas
Cetakan tangan kuno berusia 67.800 tahun di gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Indonesia

Nasional

Seni Gua Tertua Dunia Ditemukan di Indonesia
Erick Thohir memberikan pernyataan di Instagram tentang sanksi IOC terhadap Indonesia

Nasional

Erick Thohir Tegaskan Indonesia Siap Hadapi Sanksi IOC