Emas Jadi Primadona Investasi di Tengah Ketidakpastian Global

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Mega Syariah menghadirkan produk Flexi Gold untuk memudahkan masyarakat berinvestasi emas secara bertahap.

Bank Mega Syariah menghadirkan produk Flexi Gold untuk memudahkan masyarakat berinvestasi emas secara bertahap.

Jakarta, iNBrita.com Emas kini menjadi primadona investasi di tengah ketidakpastian dan gejolak ekonomi global. Investor memilih komoditas ini karena mampu menjaga stabilitas nilai kekayaan sekaligus berfungsi sebagai instrumen lindung nilai.

Emas Jadi Instrumen Utama Investasi

Head Digital Business & Product Management Division Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menegaskan bahwa profil investasi emas telah berubah secara signifikan. Ia menjelaskan bahwa emas kini memiliki peran lebih kuat sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, investor semakin memandang emas sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat pergeseran perilaku, di mana emas menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” ujar Benadicto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).

Flexi Gold Permudah Akses Kepemilikan Emas

Bank Mega Syariah menghadirkan produk pembiayaan emas Flexi Gold untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas. Bank merancang produk ini dengan skema fleksibel dan terjangkau agar lebih mudah dijangkau berbagai kalangan.

Nasabah kini dapat memiliki emas logam mulia 24 karat secara bertahap. Bank menyediakan pilihan tenor pembiayaan mulai dari 1 hingga 5 tahun, dengan pilihan gramasi dari 5 gram hingga 100 gram.

Bank Mega Syariah juga memastikan Flexi Gold berjalan sesuai prinsip syariah. Produk ini telah mendapat persetujuan Dewan Pengawas Syariah dan mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait jual beli emas, pembiayaan berbasis rahn, serta akad murabahah.

Kinerja Melonjak Tajam di Awal 2026

Sepanjang kuartal pertama 2026, produk Flexi Gold mencatat kinerja yang sangat positif. Hingga Maret 2026, penyaluran pembiayaan ini tumbuh lebih dari 756% dibandingkan posisi Desember 2025.

Bank Mega Syariah optimistis tren investasi emas akan terus meningkat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi dan perlindungan nilai aset.

“Melalui Flexi Gold, kami membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan ringan, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum kenaikan harga emas,” tambah Benadicto.

Minat Investor Tinggi di Berbagai Daerah

Masyarakat menunjukkan minat tinggi terhadap Flexi Gold, terutama di wilayah Jabodetabek serta kota-kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera. Jakarta mencatat kontribusi terbesar dengan porsi 41,79% dari total nilai booking nasional. Tangerang menyusul dengan 14,08%, sementara Palembang berada di posisi ketiga dengan 7,15%.

Permintaan Global dan Kepercayaan Publik Meningkat

Secara global, permintaan emas terus menguat. World Gold Council mencatat bank sentral di berbagai negara membeli lebih dari 1.000 ton emas per tahun dalam beberapa tahun terakhir—salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.

Di Indonesia, tren ini tercermin dari preferensi investor. Survei Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih instrumen berbasis emas dan aset fisik pada 2025. Sebanyak 67% responden memilih perhiasan, 66% memilih logam mulia, dan 63% memilih properti.

Survei Populix pada Januari 2026 juga menegaskan dominasi emas. Sebanyak 80% responden menyatakan kepercayaan terhadap emas sebagai instrumen investasi utama. Angka ini jauh melampaui uang tunai (7%) dan properti (6%).

Sementara itu, instrumen dengan volatilitas lebih tinggi atau kompleksitas lebih besar mencatat minat yang jauh lebih rendah. Saham hanya menarik 3% responden, obligasi 2%, serta kripto dan valuta asing masing-masing sekitar 1%.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengutamakan keamanan dan stabilitas dalam berinvestasi, dengan emas sebagai pilihan utama.

(VVR*)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
Guru PPPK Jadi PNS, Ini Syarat dan Mekanismenya
Mendagri Ungkap Empat Faktor Pendorong Ekonomi Daerah
BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Indonesia
Abu Anak Krakatau Menyebar, Penerbangan Perlu Waspada
Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa
Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal
Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:00 WIB

AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Jumat, 11 September 2026 - 12:00 WIB

Guru PPPK Jadi PNS, Ini Syarat dan Mekanismenya

Rabu, 9 September 2026 - 20:00 WIB

Mendagri Ungkap Empat Faktor Pendorong Ekonomi Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 17:00 WIB

Abu Anak Krakatau Menyebar, Penerbangan Perlu Waspada

Berita Terbaru

ASUS Vivobook S14 OLED (S3407AA) hadir dengan desain tipis dan ringan untuk mendukung aktivitas saat travelling. (Foto: dok. Istimewa/kumparan.com)

Teknologi

ASUS Vivobook S14 OLED: Laptop Ringan untuk Travelling

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:00 WIB

Wako Alfin menyerahkan bibit kopi dan kompos kepada masyarakat RKE.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit Kopi kepada Petani RKE

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:00 WIB

Harga perak Antam hari ini turun Rp2.340 menjadi Rp41.860.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI/liputan6.com)

Ekonomi

Harga Perak Antam Hari Ini Turun, Cek Harganya

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian mengalami penurunan pada Jumat (11/9/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kompak Turun

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:00 WIB

Pengurus Aliansi Merah Putih menyampaikan aspirasi PPPK kepada Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah.(Foto: Dokumentasi AMP for JPNN)

Nasional

AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:00 WIB