Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah mengganti LPG 3 kg dengan CNG sebagai langkah strategis pada tahun ini. kebijakan ini tepat karena CNG berasal dari sumber energi dalam negeri sehingga pemerintah dapat mengurangi ketergantungan impor .
Data menunjukkan Indonesia mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun dari total konsumsi 8,6 juta ton. Kondisi ini membuat pemerintah mengeluarkan devisa sekitar Rp130–140 triliun per tahun untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
CNG berasal dari gas alam yang mengandung metana (C1) dan etana (C2). Industri mengompres gas tersebut pada tekanan tinggi. Produsen menyediakan tabung khusus yang aman dan memungkinkan pengguna langsung memakai CNG tanpa mengganti kompor. Saat ini, sektor hotel dan restoran menggunakan CNG ukuran 12 kg dan 20 kg serta merasakan efisiensi yang lebih baik.
Pemerintah menargetkan Lemigas di Kementerian ESDM menyelesaikan uji coba tabung CNG 3 kg dalam tiga bulan. tetap memprioritaskan aspek keselamatan dalam seluruh tahapan pengujian sebelum pemerintah memperluas penerapan CNG.
Selanjutnya, menyusun skema tata niaga dan distribusi, melibatkan PT Pertamina dan badan usaha swasta dalam program substitusi LPG subsidi ke CNG 3 kg. Dengan langkah ini, menetapkan kebijakan harga agar CNG di kota-kota besar, terutama di Pulau Jawa, lebih murah daripada LPG subsidi.
Jika pemerintah menjaga harga tetap terjangkau dan pemerintah memastikan distribusi berjalan lancar, masyarakat akan beralih menggunakan CNG 3 kg. Pada akhirnya, pemerintah dapat mengurangi impor LPG dan pemerintah dapat menekan beban subsidi LPG 3 kg.
(*)









