BGN Hentikan Pendaftaran Dapur Baru MBG, Ini Alasannya

Kebijakan moratorium dilakukan agar BGN dapat mengevaluasi lebih dari 27 ribu dapur yang telah beroperasi dan mempercepat pemerataan program MBG.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang saat konferensi pers di kantor BGN, Jakarta,

Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang saat konferensi pers di kantor BGN, Jakarta,

BGN Hentikan Penambahan Dapur Baru MBG, Fokus Benahi Fasilitas yang Sudah Beroperasi

Jakarta, iNBrita.com  – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pendaftaran dan pembangunan dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN mengambil kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya penataan program sekaligus langkah untuk meningkatkan efisiensi anggaran.

Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan pihaknya menempatkan efisiensi anggaran sebagai prioritas utama. Karena itu, BGN mulai menyusun berbagai kebijakan baru agar program MBG berjalan lebih efektif tanpa mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan bahwa BGN masih berupaya menekan pengeluaran meskipun anggaran program saat ini tersisa sekitar Rp268 triliun setelah penyesuaian. Namun, BGN tetap mempertahankan target penerima manfaat sehingga upaya efisiensi tidak mengurangi sasaran program.

Empat Langkah Perbaikan Program MBG

Dalam proses pembenahan program MBG, BGN menyiapkan empat langkah utama. Pertama, BGN akan memfokuskan penerima manfaat agar bantuan benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan. Kedua, BGN menghentikan sementara pembangunan dan pendaftaran dapur baru. Ketiga, BGN akan meningkatkan kualitas dapur yang telah beroperasi, termasuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya. Selanjutnya, BGN akan memperluas pelaksanaan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui skema yang lebih efisien dan tidak hanya mengandalkan APBN.

BGN Evaluasi 27 Ribu Dapur yang Sudah Beroperasi

Di sisi lain, BGN menilai kondisi saat ini menuntut pembenahan fasilitas yang sudah ada sebelum menambah dapur baru. Nanik mengungkapkan bahwa lebih dari 27 ribu dapur MBG saat ini telah beroperasi di berbagai daerah. Oleh sebab itu, BGN memilih merapikan dan mengevaluasi fasilitas tersebut terlebih dahulu.

Menurut Nanik, beberapa wilayah sudah memiliki jumlah dapur yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Karena itu, BGN tidak akan menambah fasilitas baru sebelum menyelesaikan proses pemetaan dan evaluasi kebutuhan di setiap daerah.

Sebaran Dapur MBG Dinilai Belum Merata

Selain itu, BGN menemukan bahwa sebaran dapur MBG masih belum merata. Banyak pihak membangun dapur di kawasan perkotaan dan wilayah aglomerasi. Sebaliknya, sejumlah daerah 3T masih belum mendapatkan layanan program secara optimal.

Untuk itu, BGN akan mengarahkan pengembangan program ke wilayah yang selama ini belum terjangkau. Langkah tersebut bertujuan memperluas pemerataan manfaat MBG sekaligus memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses yang sama terhadap program pemerintah.

Dapur yang Tidak Memenuhi Standar Akan Dievaluasi

Tak hanya itu, BGN juga akan mengevaluasi seluruh dapur yang telah beroperasi. Tim BGN akan memeriksa kualitas makanan, kebersihan, dan tata kelola setiap dapur. Bahkan, BGN dapat menghentikan sementara operasional dapur yang tidak memenuhi standar hingga pengelola melakukan perbaikan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan program MBG sekaligus menjaga standar keamanan dan mutu makanan yang diterima para penerima manfaat.

BGN Kaji Pendanaan Alternatif untuk MBG  Wilayah 3T

Sementara itu, BGN juga mengkaji berbagai alternatif pendanaan untuk memperluas jangkauan MBG di wilayah 3T. BGN mempertimbangkan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hibah, serta berbagai bentuk dukungan dari pihak lain.

Lebih jauh, BGN tidak selalu memilih membangun dapur baru untuk melayani masyarakat di daerah 3T. Sebagai gantinya, BGN dapat memanfaatkan kantin sekolah, dapur umum, atau fasilitas serupa yang sudah tersedia. Dengan cara itu, BGN dapat menekan biaya pembangunan sekaligus mempercepat pelaksanaan program.

Nanik menilai strategi tersebut lebih realistis karena beberapa wilayah 3T hanya memiliki puluhan hingga ratusan penerima manfaat. Oleh karena itu, BGN lebih memilih memanfaatkan fasilitas yang sudah ada daripada membangun dapur baru. Pada akhirnya, langkah tersebut memungkinkan BGN memperluas cakupan program MBG sekaligus menjaga efisiensi penggunaan anggaran negara.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya
BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, melantik kepala sekolah SD dan SMP, Selasa (20/10/2026).

Pendidikan

Azhar Hamzah Tuntut Kepala Sekolah Cetak Prestasi dan Inovasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 00:00 WIB

Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji PAW Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Selasa (20/10).

SUNGAI PENUH

Hj. Helneti Mesra Resmi Jadi Anggota DPRD Sungai Penuh

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:00 WIB

keteranagan foto singkat
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah melantik 38 kepala sekolah SD dan SMP negeri, Selasa (20/10/2026).

SUNGAI PENUH

Resmi! Ini Daftar 38 Kepala Sekolah yang Dilantik Azhar Hamzah

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:00 WIB

Jeep menyiapkan Renegade generasi baru dengan platform STLA One dan sistem penggerak 4x4.(Foto : Carscoops)

Teknologi

Jeep Siapkan Renegade Generasi Baru, Meluncur 2030

Selasa, 20 Okt 2026 - 21:00 WIB

IHSG menguat 5,65 persen ke level 5.278,88 setelah tekanan jual akibat sentimen MSCI.(Foto : TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ekonomi

IHSG Melonjak 5,65 Persen ke 5.278,88, Ini Penyebabnya

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:00 WIB