Jakarta, iNBrita.com — Masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan perlu mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap. Paparan asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan.
Kabut asap dari kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kalimantan dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan jika masyarakat terus menghirup udara yang tercemar.
Apa Itu ISPA?
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi dapat mengenai saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung, sinus, tenggorokan, dan laring. Infeksi juga dapat menyerang saluran pernapasan bagian bawah, termasuk bronkus dan paru-paru.
Virus dan bakteri dapat menyebabkan ISPA. Beberapa penyebabnya antara lain virus influenza serta bakteri Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus.
Kabut asap bukan penyebab langsung semua kasus ISPA. Namun, asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gejala yang sudah muncul.
Kenali Gejala ISPA Akibat Kabut Asap
Masyarakat perlu mengenali beberapa gejala yang dapat muncul saat mengalami gangguan pernapasan. Gejala tersebut meliputi:
- Bersin, pilek, dan hidung tersumbat.
- Batuk dan nyeri tenggorokan.
- Suara serak.
- Nyeri dada.
- Demam.
- Sesak atau kesulitan bernapas.
- Nyeri otot.
- Napas lebih cepat, terutama pada kondisi pneumonia.
Gejala dapat semakin berat jika paparan asap terus berlangsung. Karena itu, masyarakat sebaiknya segera mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk.
Cara Melindungi Diri dari Kabut Asap
Masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel udara dan pastikan masker terpasang dengan rapat.
Tutup pintu dan jendela saat kualitas udara luar memburuk. Jika tersedia, gunakan penyaring udara untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Masyarakat juga perlu mencukupi kebutuhan cairan dan beristirahat. Minuman hangat dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan, tetapi tidak menggantikan pengobatan medis.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika gejala semakin berat. Beberapa tanda bahaya meliputi demam yang tidak membaik, menggigil, batuk semakin parah, sesak napas, atau napas berbunyi.
Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika anak terlihat sangat lemas, sulit bernapas, muntah berulang, atau mengalami penurunan kesadaran.
Kabut asap dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengurangi paparan asap dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang memburuk.
(VVR*)









