Karang Gigi Tidak Hilang Hanya dengan Sikat Gigi, Ini Alasannya
Jakarta, iNBrita.com — Sudah rutin menyikat gigi, tetapi masih menemukan endapan keras berwarna kuning, cokelat, atau kehitaman di sekitar gigi? Kondisi tersebut bisa menandakan adanya karang gigi atau dental calculus.
Karang gigi terbentuk melalui proses yang dimulai dari plak. Bakteri, sisa makanan, dan komponen air liur membentuk lapisan lengket pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara optimal, mineral dari air liur dapat membuat plak mengeras dan berubah menjadi karang gigi.
Karang Gigi Bisa Muncul di Atas dan Bawah Gusi
Dokter gigi membedakan karang gigi berdasarkan lokasinya.
Karang gigi supragingival tumbuh di atas garis gusi dan biasanya terlihat sebagai endapan putih kekuningan. Sementara itu, karang gigi subgingival berada di bawah garis gusi. Endapan ini cenderung berwarna cokelat atau kehitaman dan sering tidak terlihat tanpa pemeriksaan.
Karang gigi yang berada di bawah gusi perlu mendapat perhatian karena letaknya dekat dengan jaringan yang menopang gigi.
Mengapa Sikat Gigi Tidak Bisa Menghilangkan Karang Gigi?
Sikat gigi dapat membersihkan plak sebelum mengeras. Namun, setelah mineralisasi terjadi, endapan tersebut melekat kuat pada permukaan gigi.
Menyikat gigi dengan tekanan lebih kuat tidak akan menyelesaikan masalah. Cara tersebut justru dapat mengiritasi atau melukai gusi.
Dokter gigi menggunakan alat khusus untuk mengangkat endapan yang sudah mengeras.
Karang Gigi Dapat Memicu Masalah Gusi
Bakteri yang berkumpul di sekitar karang gigi dapat memicu peradangan gusi. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- gusi mudah berdarah saat menyikat gigi,
- gusi tampak merah atau bengkak,
- bau mulut yang menetap,
- gusi terasa tidak nyaman atau nyeri.
Tanpa perawatan, peradangan dapat berkembang menjadi periodontitis. Kondisi tersebut dapat merusak jaringan dan tulang yang menopang gigi. Pada tahap lanjut, gusi dapat turun dan gigi menjadi goyang.
Scaling Mengangkat Karang Gigi
Dokter gigi melakukan scaling untuk membersihkan karang gigi yang tidak dapat Anda hilangkan dengan sikat gigi.
Dokter dapat menggunakan ultrasonic scaler yang menghasilkan getaran untuk memecah dan melepaskan endapan. Alat tersebut juga menggunakan air selama proses pembersihan. Untuk bagian tertentu, dokter dapat memakai alat manual agar hasil pembersihan lebih optimal.
Lama tindakan bergantung pada jumlah karang gigi dan kondisi gusi.
Sebagian pasien hanya merasakan sedikit ngilu atau tidak nyaman. Keluhan tersebut biasanya lebih terasa ketika gusi mengalami peradangan atau dokter menemukan penumpukan karang gigi yang cukup banyak.
Scaling Tidak Sama dengan Pemutihan Gigi
Setelah scaling, gigi sering terlihat lebih bersih dan cerah. Kondisi tersebut terjadi karena dokter mengangkat karang gigi serta noda pada permukaan gigi.
Scaling tidak mengubah warna alami email gigi sehingga prosedur ini berbeda dengan pemutihan gigi.
Apa yang Terjadi Setelah Scaling?
Gigi dapat terasa lebih sensitif selama beberapa waktu setelah prosedur. Gusi juga mungkin terasa sedikit nyeri atau mengeluarkan darah, terutama jika sebelumnya mengalami peradangan.
Anda mungkin melihat celah di antara gigi tampak lebih jelas. Sebelumnya, karang gigi bisa saja menutupi ruang tersebut. Setelah dokter membersihkannya, bentuk gigi dan ruang di sekitarnya kembali terlihat.
Kapan Sebaiknya Melakukan Scaling?
Tidak semua orang membutuhkan scaling dengan frekuensi yang sama. Dokter gigi mempertimbangkan jumlah karang gigi, kondisi gusi, kebersihan mulut, dan risiko penyakit periodontal sebelum menentukan jadwal perawatan.
Orang yang memiliki masalah gusi atau riwayat penyakit periodontal mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering.
Karena itu, konsultasikan kondisi gigi dan gusi kepada dokter untuk mengetahui kapan Anda membutuhkan scaling.
Menjaga Gigi Tetap Bersih
Sikat gigi berperan penting dalam mengendalikan plak, sedangkan scaling membantu membersihkan karang gigi yang sudah mengeras. Anda juga dapat membersihkan sela-sela gigi untuk membantu mengurangi sisa plak yang sulit dijangkau sikat gigi.
Jangan mengikis karang gigi sendiri menggunakan benda tajam. Tindakan tersebut dapat melukai gusi dan merusak permukaan gigi.
Jika Anda menemukan endapan keras yang tidak hilang meskipun sudah rutin menyikat gigi, periksakan kondisi tersebut kepada dokter gigi. Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang.
(eny)









