Jakarta, iNBrita.com — Memuntahkan makanan setelah makan bukan cara yang aman untuk mencegah kenaikan berat badan. Tubuh mulai memproses dan menyerap zat gizi sejak seseorang mengonsumsi makanan. Karena itu, muntah tidak akan mengeluarkan seluruh kalori dan zat gizi yang sudah masuk ke dalam tubuh.
Orang yang berulang kali memuntahkan makanan untuk mengendalikan berat badan dapat membentuk pola perilaku makan yang tidak sehat. Pola tersebut biasanya bermula ketika seseorang makan dalam jumlah banyak, kemudian merasa bersalah atau takut berat badannya bertambah. Setelah itu, ia sengaja memuntahkan makanan dan mengulangi kebiasaan tersebut.
Muntah Berulang Dapat Berkaitan dengan Gangguan Makan
Kebiasaan sengaja memuntahkan makanan dapat muncul pada gangguan makan, termasuk bulimia nervosa. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pola makan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan tubuh dan kondisi psikologis seseorang.
Muntah berulang membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Kondisi tersebut dapat menurunkan kadar kalium dalam darah atau menyebabkan hipokalemia.
Kekurangan kalium dapat membuat seseorang merasa lemas, mengalami kram otot, kesemutan, atau sembelit. Kondisi tersebut juga dapat membuat jantung berdebar dan mengganggu irama jantung jika kadar kalium turun terlalu rendah.
Muntah Berulang Menimbulkan Berbagai Masalah Kesehatan
Muntah berulang dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi dan mengganggu fungsi ginjal. Kondisi tersebut juga dapat mengacaukan keseimbangan elektrolit serta keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
Asam lambung yang keluar saat muntah dapat mengiritasi dan melukai kerongkongan. Asam tersebut juga dapat merusak lapisan pelindung gigi jika terus-menerus mengenai gigi.
Selain itu, seseorang dapat mengalami risiko tersedak atau memasukkan isi lambung ke saluran pernapasan ketika muntah.
Kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Seseorang mungkin mengalami kecemasan, rasa bersalah setelah makan, atau ketidakpuasan terhadap tubuhnya. Jika terus berulang, pola makan dan muntah dapat semakin sulit dihentikan.
Tenaga Kesehatan Dapat Membantu Mengatasinya
Orang yang sering sengaja memuntahkan makanan sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter dapat memeriksa kondisi fisik, pola makan, kecukupan cairan, kadar elektrolit, fungsi ginjal, serta kondisi psikologis pasien.
Tenaga kesehatan tidak hanya membantu pasien menghentikan kebiasaan muntah. Mereka juga mencari penyebab dan pemicunya, membantu pasien membangun pola makan yang teratur, serta memperbaiki hubungan pasien dengan makanan dan tubuhnya.
Seseorang tidak perlu menggunakan cara ekstrem untuk menjaga berat badan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan, tidur yang cukup, dan pendampingan tenaga kesehatan dapat membantu seseorang menjaga kesehatan secara lebih aman.
(eny)









