Jakarta, iNBrita.com – Sejumlah karangan bunga berisi pesan dukungan dan desakan penegakan hukum menghiasi kawasan Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026) malam.
Pengirim karangan bunga tersebut menyampaikan beragam pesan terkait penanganan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang kini ditangani Bareskrim Polri.
Dalam perkara ini, Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka. Penyidik juga menetapkan dua perwira tinggi Polri, yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso, sebagai tersangka.
Puluhan Karangan Bunga Berisi Dukungan dan Desakan Hukum
Berdasarkan pantauan TribunJakarta sekitar pukul 22.00 WIB, sejumlah pekerja mengangkut dan memasang karangan bunga di Jalan Pattimura, tidak jauh dari Museum Polri.
Para pengirim menyampaikan beragam pesan melalui karangan bunga tersebut. Sebagian menyatakan dukungan kepada institusi Polri, sedangkan lainnya mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Salah satu karangan bunga memuat tulisan, “KAMI BERSAMA POLRI, DEMI KADILAN USUT LSP, ASN, EH DANSU!”
Karangan bunga lainnya menyampaikan kecaman kepada Listyo Sigit Prabowo dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Pekerja Akui Pasang Tujuh Karangan Bunga
TribunJakarta kemudian menemui seorang pria paruh baya yang tengah memasang karangan bunga. Pria itu mengaku hanya menerima tugas untuk mengantar dan memasang pesanan dari pihak lain.
Ia mengatakan telah memasang tujuh karangan bunga pada malam tersebut.
“Saya masang tujuh,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan pemasangan, ia mengirimkan foto dan melakukan panggilan video kepada pihak yang menugaskannya sebagai bukti pekerjaan. Setelah itu, ia menerima pembayaran.
Pria tersebut mengaku tidak mengetahui identitas pemesan maupun pihak yang mengirimkan karangan bunga. Namun, ia mengetahui bahwa setiap karangan bunga bernilai sekitar Rp500 ribu.
“Dipesannya dari kemarin. Saya cuma masang doang,” katanya.
Polisi Tegur Pekerja karena Salah Lokasi Pemasangan
Tak lama setelah memasang karangan bunga di sekitar tembok, seorang petugas polisi mendatanginya. Petugas tersebut mengingatkan bahwa ia salah memilih lokasi karena pihak pemesan seharusnya memasang karangan bunga di gedung Bareskrim Polri.
Saat TribunJakarta kembali memantau lokasi sekitar pukul 22.30 WIB, sejumlah pekerja masih melanjutkan pemasangan karangan bunga di sekitar gedung Bareskrim Polri.
Puluhan karangan bunga kini memenuhi area depan gedung yang menghadap Jalan Trunojoyo.
Deretan karangan bunga tersebut menarik perhatian masyarakat di tengah proses penanganan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Rangkaian batang kayu yang menjadi kaki karangan bunga tersebut juga terlihat sudah dijejerkan.
Pesan-pesan pada karangan bunga tersebut senada, menyuarakan dukungan terhadap Polri dalam menangani kasus penyadapan Preside Prabowo.
(*)









