Ahli Diet Ungkap Efek Sarapan Putih Telur

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarapan putih telur rebus dengan sayuran menjadi pilihan ahli diet untuk menjaga energi dan rasa kenyang lebih lama.

Sarapan putih telur rebus dengan sayuran menjadi pilihan ahli diet untuk menjaga energi dan rasa kenyang lebih lama.

Jakarta, iNBrita.com – Seorang ahli diet menjalani rutinitas sarapan yang sangat sederhana. Hampir setiap hari, Karen Ansel, RDN, mengonsumsi dua butir telur, baik direbus, diorak-arik, maupun setengah matang. Ia kerap memadukannya dengan sayur dan buah.

Tantangan Sarapan Putih Telur Selama Dua Minggu

Suatu hari, Ansel menerima tantangan untuk sarapan hanya dengan putih telur setiap hari selama dua minggu. Ia pun langsung menyanggupi tantangan tersebut.

“Tidak masalah. Saya bisa melakukannya,” ujar Ansel saat memulai eksperimen, seperti dikutip dari Women’s Health.

Alasan Memilih Putih Telur

Ansel memilih putih telur karena kandungan gizinya cukup menarik. Putih telur mengandung kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan telur utuh, tetapi tetap menyediakan protein dalam jumlah tinggi.

“Setiap butir putih telur mengandung sekitar 3,5 gram protein berkualitas tinggi. Kandungan ini membantu mengontrol nafsu makan dan membangun otot,” jelas Ansel.

Pengalaman yang Dirasakan Karen Ansel

1. Putih Telur Membuat Kenyang Lebih Lama

Pada awalnya, Ansel meragukan kemampuan putih telur untuk membuatnya kenyang. Namun, kenyataannya berbeda.

Ia mengonsumsi putih telur dari dua hingga tiga butir telur setiap pagi. Menu tersebut mampu membuatnya kenyang hingga waktu makan siang.

Ansel sering mencampurkan putih telur dengan sayuran seperti daun bawang atau bayam, lalu menambahkan satu porsi buah. Selama dua minggu, ia tidak pernah merasa lapar di tengah pagi.

2. Energi Lebih Stabil Saat Olahraga

Sebelum berolahraga pagi, Ansel biasanya memilih makanan ringan agar perut tidak terasa berat. Telur orak-arik dalam porsi besar sering membuatnya kurang nyaman. Sebaliknya, dua putih telur rebus terasa pas.

Ia merasakan energi yang lebih stabil selama latihan. Ansel juga tidak mengalami rasa lemas yang sering muncul setelah mengonsumsi karbohidrat seperti pisang atau roti panggang. Selain itu, perutnya tetap terasa ringan tanpa kembung.

3. Rasa Bosan Muncul Lebih Cepat

Ansel mengaku mampu mengonsumsi telur utuh setiap hari tanpa jenuh. Namun, hal itu tidak berlaku untuk putih telur.

Ia mencoba berbagai cara agar tidak bosan, termasuk membuat oatmeal tanpa oat dari campuran putih telur, pisang, susu, dan kayu manis. Sayangnya, hasilnya tidak memuaskan.

Tekstur putih telur sering berubah terlalu kenyal. Saat dibuat omelet, rasanya bahkan ia samakan dengan plastik.

4. Kehilangan Kenikmatan dan Nutrisi Kuning Telur

Selama eksperimen berlangsung, Ansel paling merindukan kuning telur yang lembut dan cair. Dari segi rasa, tekstur, hingga warna, kuning telur membuat sarapan terasa jauh lebih nikmat.

Selain itu, ia menyadari banyak nutrisi penting yang hilang.

“Kuning telur mengandung hampir semua nutrisi utama, seperti vitamin B, vitamin E, vitamin D, zat besi, seng, dan kolin,” kata Ansel.

Ia menambahkan bahwa meskipun putih telur mengandung sebagian besar protein, tubuh akan mendapatkan manfaat maksimal jika mengonsumsi telur utuh.

“Kuning telur juga menyediakan hampir lima gram lemak yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama,” jelasnya.

5. Masalah Pemborosan Makanan

Selama dua minggu, Ansel harus memisahkan sendiri putih dan kuning telur. Ia mengaku banyak kuning telur terbuang, meski sudah mencoba menyimpannya untuk resep lain.

Pengalaman tersebut membuatnya berpikir ulang. Jika suatu hari ia kembali menjalani pola makan serupa, ia akan memilih putih telur kemasan agar tidak membuang makanan.

Kembali ke Telur Utuh, Tapi Tetap Ambil Pelajaran

Setelah dua minggu, Ansel akhirnya kembali mengonsumsi telur utuh untuk sarapan. Meski begitu, ia tetap mempertahankan satu kebiasaan baru, yaitu mengonsumsi putih telur rebus sebelum olahraga karena terbukti membantu performa latihannya.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan reward dan klaim penarikan saldo DANA melalui aplikasi penghasil uang 2026. ( Foto AI INBRITA)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cara Dapat Saldo DANA

Sabtu, 31 Okt 2026 - 00:00 WIB

Kapolres bersama jajaran melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

SUNGAI PENUH

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Produktif

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:00 WIB

Wako Alfin sidak sampah di Jembatan Pinggir Air, Jumat (30/10/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Geram, Pembuang Sampah di Sungai Terancam Sanksi

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:00 WIB